waktu SD,
mungkin kelas V, kita telah belajar 25 Rasul yang wajib dipercaya. Kemudian kita juga belajar topik, ULUL AZMI : Nabi-Nabi yang menghadapi cobaan sangat berat, ada 5 Nabi :
1. Nuh, dikatakan gila ketika mbangun sebuah bahtera raksasa. Ia ditertawakan, dilecehkan, dilempari dgn kotoran manusia, karena dianggap gila. Ia hadapi air bah yg sangat besar, ia punya istri dan anak yg tak setia dan berkhianat.
2. Ibrahim hadapi cobaan berat dari Ayahnya yg penyembah berhala, Ibrahim pernah dibakar hidup2, pernah harus menyembelih leher anaknya sendiri, pernah harus meninggalkan istri dan anaknya di padang pasir tanpa bekal apapun.
3. Musa, sejak kecil telah dibuang ke kalangan rakyat jelata, dikejar2 penguasa, dalam pengasingan kerja berat sbg pembantu seorang pengembala, menghadapi para penyihir
4. Isa, ketika dikejar2 tentara romawi, dirinya ditukar Allah dgn Yudas,
5. Nabi Muhammad, jangan ditanya ujian yg diterima, diisolasi sampe kelaparan umat dan keluarganya, berperang sampe terluka parah, sampe ada sebagian yg menduga Rasul tewas dalam perang, pernah ada di suatu desa (Yastrib atau Thaib) Rasul dikejar2 org sekampung sambil dilempari batu, sehingga kepala Rasul berdarah.
Jadi yg jadi pertanyaan ku waktu SD itu adalah:
1. apa ujian Nabi Isa, knp dia termasuk dalam golongan Nabi ULUL AZMI. Ketika dia dikejar2 oleh musuh, Allah langsung angkat dia ke Syurga. Yudas yg ditangkap, Yudas yg disiksa, Yudas yg disalib. Apa cobaan berat yg diterima Isa? Nabi Ulul Azmi yg lain emang2 hadapi cobaan berat, knp Isa tidak???
Waktu SMP
di pustaka daerah, ada buku berjudul “Nabi Adam tidak turun di Syurga”
Dlm buku itu diterangkan, tafsir jannah, saat Adam dan Hawa diciptakan, bukan berarti syurga yg akan ditempati org2 setelah kiamat nanti. Tapi tafsirnya di situ adalah sebuah taman yg indah, ya di bumi ini juga. Klw gak salah sekitar Ethiopia gitu ya… zaman dulu Ethiopia msh negeri yg subur gemah ripah loh jinawi.
Alasan dia keluar dari taman yg indah itu apa ya? Aku lupa, ada yg bisa bantu?
Saat itu aku mengerti, apa yg slama ini terpatri di otakku, Adam dan Hawa diciptakan di syurga yg di langit, itu salah…
Saat itu aku mengerti banyak hal mengejutkan di dunia ini, ada yg berkembang, ada hal yg tidak disangka2. Hal2 beginian mbikin aku haus dan haus cari bacaan2, ilmu2 yg lain dari yang lain, ilmu2 yg mengezutkan, kontraversial….
Walau keinginan2 itu terkalahkan oleh obsesi lain, mbaca Trio Detektive, Tiga Sekawan, Perkumpulan PAsukan Mau TAhu, Lima Sekawan, Agatha Christy, dan novel2 (Mira W, dll) dewasa lain (bacaan kaka2 ku sebenarnya, tapi aku ikutan baca juga)
Waktu SMA,
temen2 ku banyak yg alim, mereka ikut Rohis, pake jilbab besar2, sampe sekarang aku maseh suka bertanya, knapa aku gak pernah diajak pengajian ya? Apa aku memang kuper?
Soale pas aku kuliah di IKIP, ketika ada tugas Praktek Lapangan ngajar di salah satu SMA di Medan, setiap Jum’at diumumkan kepada seluruh anak ce, semua kelas, untuk hadir di Musholla, tuk ikutin pengajian, yg mentornya aktivis Rohis dari salah satu universitas. Jadi ketika co jumatan, ce ngikutin pengajian di Musholla. Nah waktu aku SMA aku gak pernah ikut hal beginian, koq bisa ya?, aku emang kuper kali saat itu ya?
pas bulan Ramadhan, mereka (para aktivis Rohis trsbt) dikirim ke Musholla, Masjid, dan Surau tuk ceramah.
Suatu malam aku taraweh seperti biasa di Masjid deket rumah, dan yg ceramah malem itu Syakni Eka Putra, temen satu kelas di SMA, kelas aku, kelas I1.
Isi ceramah saat itu, yg ku ingat, (redaksinya gak persis sama lo):
Jadi Ibu2 Bpk2 kita harus hati2, ada aliran sesat, Ahmadiyah yg percaya ada Nabi setelah Nabi Muhammad. Nabi yg wajib dipercaya Cuma 25, sedang aliran ini mempercayai ada Nabi yg ke-26. Aliran sesat ini jangan sampai masuk di kampung kita, klw ada, pengikutnya adalah sesat, kafir, kita usir dari kampung kita, seperti kita ngusir babi, ngusir anjing.
SYakni bicara dgn nada mengerikan, menurut aku. Penuh kebencian, emosional, sambil mengepalkan tinju.
Terus terang, aku merasa saat itu wibawa Syakni hilang. Aku gk nyangka seorang Syakni bisa jadi mengerikan seperti itu. Syakni seorang pendiam, rajin sholat, berwajah sejuk. Aku teringat suatu sore, saat hujan tumpah ke bumi, aku, Syakni, dan Hanif pulang sekolah bareng, sambil jalan cepat, sambil lari2 kecil. Suatu ketika ada mobil ngebut mo ngelewatin kami, sedang disamping kami ada kubangan air, ketika mobil itu menabrak kubangan air, kami bertiga kompak loncat tinggi2, sambil tertawa ngakak.
Setelah mendengar ceramah Syakni, aku penasaran, seperti apa sih trsbt? Knp dia disebut kafir sesat? Knp mesti diburu kaya anjing, kaya babi.
Tamat SMA,
aku ke Jakarta, nganggur beberapa bulan, hanya ngurus bayinya dan ngurus rumah. Aku seperti orgil, suka ngerekam lagu bagus dari radio, mencatat, dan menghafalkannya. Aku gk suka maen keluar, hanya di rumah saja.
Terus …
aku kerja. Teman kerja ngajak ikut pengajian. Di sebuah rumah kontrakan kecil, ketika ngaji ada backsoundnya, lagu2 Iwan False. Pematerinya muda, ganteng, Materinya tong sampah, jika dalam tong sampah ada apel bagus, apa ada yg mau makan itu apel, “nggak” jawabku.
Barang bagus klw tempatnya gak bagus, maka dia gk bisa dimanfaatin, dia gk berharga.
Barang bagus hrs berada di t4 bagus.
Indonesia ini tong sampah, dasarnya Pancasila, bukan Qur’an. Seperti pohon, klw nama pohon itu Islam, maka buahnya mesti Islam, dan akarnya mesti Islam.
Indonesia ini akarnya Pancasila, batangnya UUD 45, apa bisa buahnya Islam? Buahnya pancasilais.
kamu hrs tinggal di Negara, yg akarnya Islam, yg batangnya Islam, sehingga buahnya Islam, itulah NII.
Aku terbius, ini asyik, ini menantang…
Aku bai’at, pengalaman hidup yg menegangkan. Suatu malam, di rumah anggota aku menunggu, makan malem hanya dgn mie dan sayur bayam. Anggota ini sgt ramah, rendah hati, sabar, sederhana.
tengah malam, Jemputan datang, motor. Aku dibawa keliling2, ke jalan2 yg tak ku kenal. Nginep semalam dirumah agak bagusan. Pagi2 dibawa lagi, pas hampir sampe lokasi, mata mesti ditutup, pas dibuka tahu2 dah ada dlm garasi.
Makan dulu, trus ngaji, sekelas ada sekitar 20-an org. pokoke isinya bagus, pegangan si pemateri adlh Qur’an terjemahan. Perintahnya “buka 7/179” berarti buka surat ke 7 ayat 179. Artinya dibacain, ditafsirkan, rasanya dapet pencerahan bgt (hehehe) aku serasa udah jadi ahli Qur’an.
Apalgi pas artinya “kebanyakan jin dan manusia masuk neraka, mereka punya mata, tidak digunakan untuk melihat,punya telinga tidak digunakan tuk mendengar, punya hati tidak digunakan tuk memahami, mereka lebih rendah daripada binatang peliharaan”
jadi kata pemateri: kamu punya wajah cantik, wajah tampan, klw tdk gunakan mata, telinga, hati, tuk nerima ajaran Quran, kamu sama dengan apa?
“binatang ternak” jawab kami
“bukan! Lebih rendah dari binatang ternak, apa itu? Ya itu… babi anjing..”
WEKS! Aku kaget sambil membatin “jadi biar wajah gw jelek bgt, tapi klw mata, telinga, dan hati gw hanya pada Qur’an, berarti di mata Tuhan gw cantik dunk…” gw senyum sendiri….
Maseh banyak materi yg lain, sampe akhirnya bai’at.
Kami mulai pagi, baru dipulangkan malem hari, otak rasa tercuci. Ketika keluar dari mobil, jam Sembilan malem, aku nyebrang menuju halte, merasa melayang, menjadi manusia dari planet lain, yg baru mendarat di bumi. Semua tampak asing, manusia2 lain rasanya bukan species yg sama dgnku. Aku jalan sambil bengong2, betul2 merasa menjadi berbeda.
NII betul2 sensasi yg mbangkitkan andrenalin, NII bikin aku mantap berjilbab. 2 bulan stlh baiat aku berhenti kerja, pindah ke Padang. Mo ikut ujian UMPTN 1996.
Masa Kuliah, Semester I
Semester pertama aku numpang di tempat Bu Bijadi. Pak BIjadi teman akrab Ayah di TNI. Di rumah itu tinggal aku, Bu Bijadi, anak2nya Betty dan Iyut. Kami ber-4 cewek semua. Akhir semester I, sekitar November 1996, Bu Bijadi n anak2 ke Pekanbaru. Aku disuruh njagain isi rumahnya.
Desember 1996, Bu Bijadi bilang gak balik lg ke Medan, tlg semua brg dipack, kirim ke rumah ortunya di Binjai (kota di pinggiran kota Medan). Aku sibuk nge-pack. Satu persatu penagih utang dating, Bu Bijadi byk utang. Satu persatu brg2 berharganya ku kasih ke penagih utang.
Suatu hr ada seorang Kristen, seorang perempuan 40-an. Sebut aja Ibu Kristin, gereja GKII. Kita ngobrol asyik, lama, mbahas keluarga Bijadi dan utang2nya. Aku kemudian masak indomie tuk makan kami berdua. Dia muji-muji aku, aku ramah, masakan ku enak, aku tulus, baik hati dsb…… dan aku terlena.
Dia ngajak main ke rumahnya. 2 hr kemudian pulang kuliah aku ke rumahnya. Suaminya tentara dan udah meninggal. Dia punya seorang anak lelaki kecil, Joshua. Ibu Kristin ngasih aku kaset anak menteri agama RI masuk Kristen. Pas lagi muter kaset-kaset lain (org2 islam yg masuk Kristen) anaknya Joshua, sekitar 4-5 tahun, meluk aku dari belakang.
Ibu Kristin sibuk muji aku lagi, penyayang, dan disayang anak2, cepet akrab, dll…. Bikin kupingku kembang kempis. Eh salah, biasanya kembang kempis hidung ya?
Aku pulang, nyetel kaset anak menteri agama tersebut. Suara lelaki di kaset rada cadel. Terus dia ngaji, jelas banget, gak bisa ngaji, tajwidnya salah2. Kesimpulannya kaya na itu cm kaset yg direkayasa.
Beberapa hr kemudian Ibu Kristin dtg lagi, aku diajak ke perpustakaan GKII, dipinjemin buku2: tentang keaslian Injil, org Islam (org Lebanon) masuk Kristen, ada beberapa lagi yg aku lupa, terus injil. Saat itu aku dibawa masuk dalam gereja GKII yg ada di SImpang Limun Medan.
Yg hadir di gereja, semuanya pake baju itam putih, yg jelass aku satu2nya yg jilbaber . Aku duduk agak di tengah, bisa mperhatikan org2 yg di depan dan belakang. Asyik, nyanyiannya sgt menggugah semangat, semua loncat2, kanan kiri, depan belakang, tangan goyang sana goyang sini, ceria.. asyik… ngingetin aku klw latihan Pramuka, ya nyayi2 kaya gini, jiwa jadi bersemangat, beban terasa ringan, klw dah latihan pramuka pokoke rasa mbuncah dech…
SALAM PRAMUKA !!!!!
Keluar dari gereja barengan ma yg lain, rame bgt, semua org nyalamin aku dgn ramah, penuh kekeluargaan, rasanya tulus, hangat, nyaman. Aku tersentuh juga..
Tgl 20 s.d 3 januari kita libur kuliah.. aku sibuk berhari2 mbaca buku2 yg dikasi Ibu Kristin, mbaca injil berhari2 sampai tamat. Banyak hal dalam injil, menyadarkan aku, betapa indahnya Islam…. Ajaran Kitab Perjanjian lama ttg haramnya babi, dll, ttg masuk rumah ibadah harus bersuci, ttg pake kerudung, ttg sunat. Ajaran Isa, bahwa dia dtg bukan tuk hapuskan TAurat, Isa mengatakan bahwa sampai kiamat tak setitik pun TAurat akan berubah, dan siapa yg mengikuti ajaran Isa ini, siapa yg mempertahankan ajaran TAurat, umat Islam (sorry narsis….) silahkan skeptis…
Mbaca Injil membuat aku sering menangis, makin menyadari betapa benarnya Nabi Muhammad SAW, setiap habis Qiyamul Lail, aku menangis terisak, bersujud, dan berdo’a ” YA Allah, matikan aku dalam Islam, Ya Allah matikan aku dalam Islam, Ya Allah matikan aku dalam Islam, aku tidak tahu, knapa aku gak bisa menghindari Ibu Kristin, tapi aku ingin mati dalam Islam ya Illahi, aku lemah…. Matikan aku dalam Islam.
Klw gak salah tgl 23 Desember 1996
Aku pulang kuliah, dah malem, soale, ke perpus terus ke rmh temen, nyampe rumah capek
di teras dah ada nunggu Ibu Kristin, dia bilang dah nyampe dari jam 4.30 tadi, WEKS!!!! Nungguin aku berjam2, sabar bgt. Sekarang dah jam 7.30 malem.
IK ngajak aku ke Pardede Hall, ada acara pengobatan, cuma pake do’a2, org lumpuh bisa jalan, org buta bisa lihat, sakit tumor, kanker bisa langsung sembuh.
Aku capek, dah berusaha njelasin ke IK, tapi dia terus mbujuk…. Akhirnya aku cuma cuci muka, masih pake baju itam-putih, ikut dia ke Pardede Hall. Dan aku kaget, ampir semua org pake itam putih. Beribu-ribu org hadir di sana. Pardede Hall penuh dgn org2 berpakaian itam putih, TV gede2 di pasang beberapa buah di halaman dan di Hall.
Aku rasa melayang2. Aku duduk di kursi deretan ke 2, di tengah, pas depan panggung utama, di depan kayake kumpulan para petinggi GKII, pendeta, dll.
Acara dimulai… ceramah, nyanyi2, nari2, pokoke meriah bgt…
Akhir acara, semua org sakit dibawa ke depan, org buta, org tuli, org lumpuh, sakit tumor, kanker, bahkan ada seorang Ibu berjilbab, katanya sakit rematik kaki, susah jalan. Aku juga disuruh ke depan,
“ayo Dek… maju….!” Kata IK
“gak ah Buk, aku gak sakit apa2 koq”
“rohani kamu sakit… kamu akan sembuh…. Biarkan Yesus ngetuk pintu hatimu, biarkan dia masuk, terima dia….”
Aku bengong…..tapi tetap bertahan tidak mau maju ke atas panggung
Seorang Pendeta bicara dgn penuh smangat, mari berdo’a!! teriaknya
Kita bentuk kelompok 4-4 saling pegangan, komat-kamit, ada yg merintih, teriak, semua pake bahasa yg gak jelas, kaya kemasukan, tapi semua berdo’a dgn kusyuk.
Aku juga berdo’a dgn kusyu” “tahmid, tahrim, takbir, Ya Allah matikan aku dalam Islam, Ya Allah matikan aku dalam Islam…” mulutku komat kamit, seperti mereka, semakin kuat IK menggenggam tanganku, makin cepat dzikirku”
Ku dengar IK berbisik dekat telingaku” Do’a Dek… Do’a….terima Tuhan Yesus dalam hatimu, biarkan Dia masuk, biarkan Dia masuk…!”
Pendeta dipanggung makin keras, aku gak tahu dia ngomong apa, mungkin doa, masing2 sakit di dekati, yg lumpuh diusap kakinya, … kemudian acara Do’a selesai.
Si lumpuh ditanya: “dah bisa jalan” tertatih si lumpuh turun dari kursi roda, berjalan selangkah demi selangkah,
semua org berteriak “HALELUYA!!!”
Si buta ditanya : dah bisa melihat, “aku dah bisa lihat cahaya… dah kelihatan sedikit…!”
Semua teriak “HALELUYA!!”
Yg sakit Tumor di leher, (lehernya tetap bengkak, gak kelihatan mengecil) : “gmn perasaan anda,?” Tanya Pendeta
“saya merasa sehat, saya merasa ringan..”
“HALELUYA..!”
Akhirnya di Ibu berkerudung…
“Gmn perasaan Ibu?” Tanya Pendeta
“rasanya kaki ini ringan, gak terasa sakit lagi..” jawab Ibu
“Ibu menerima Tuhan Yesus?”
“Ya..!” jawab Ibu
“HHAALLEELLUUYYAA..!!!!” Pardede Hall seperti mau meledak, teriakan haleluya nya lebih dasyat dari yg sudah2, malah ada yg sampe menghentak2kan kaki ke lantai
Ntah knp aku menatap Ibu itu sambil bersimbah airmata, terdengar IK berbisik
“Dek, Ibu itu udah 5 kali naik haji lo..”
Temen Ika nyuruh aku ngisi sebuah formulir, nama, alamt, dll, ku isi. Ada pertanyaan, jadwal kosong ku tiap hari apa, jjam berapa, mereka akan dtg ke rumah. Yg jelas tentu utk penginjilan..aku isi aja.
27 Desember 1996, semua brg selesai dipack. Aku ke Binjai nemuin ortu Bu Bijadi, nyerahin kunci rumah ke dia, nyuruh dia ngambil sendiri brg2nya. Sedangkan aku pindah, ke kost baru, deket kampus.
Sejak pindah, aku gak pernah lagi ketemu Ibu Kristin, Alhamdulillah……
Semua ini, pengalaman ini… sangat berharga membuat aku merasa kaya….
Yg jelas hikmah paling paling penting yg kurasakan:
aku sangat mencintai Allah SWT, Islam, dan Rasulullah Muhammad SAW, dan aku siap mati di dalam kecintaan ini.
Merasa Lepas dari NII
Aku masuk HMI, tahun ke dua, jadi 1997. Tahun pertama aktif di Liqo’ nya PKS.
Selesai MOP HMI, lanjut ke Latihan Kader II. Disinilah….. aku diasah untuk Realistis, Kritis dan Analitis.
Aku mulai mempertanyakan NII, knapa namanya Negara Islam Indonesia? Gmn klw org Malaysia, Philipina, Kanada, Amerika mo masuk NII. Sedangkan NII sangt nasionalis sekali. Emang org Amrik mau gitu ada embel2 Indonesia nya.
Sedangkan Islam sangat Universil, Islam sesuatu yg bisa diterima oleh siapa saja, apapun kewarganegaraannya, warna kulitnya, sukunya, dari planet apapun dia berasal, Islam bisa masuk kmn aja.
Salah seorang petinggi NII, pernah ngasih pengajian, terus kita mbahas jodoh. Seorang temanku pacaran dgn bukan NII. Jadi petinggi ini berkata: “pacaran koq ama Kebo?”
Jadi, NII menganggap org yg di luar NII adalah kebo, binatang ternak, bahkan lebih rendah lagi, anjing, babi?
Sedangkan aku pernah baca firman Allah intinya kutangkap seperti ini: “janganlah kamu menghina ibadah org lain, sesembahan org lain, boleh jadi kamu jg diperlakukan seperti itu”
Dan apa yg dilakukan petinggi NII tersebut…. Gk islamis bgt. NAbi Muhammad pernah dilempari batu, dilempari kotoran manusia, tak satu kata pun keluar dari mulut beliau, hinaan untuk org tersebut.
Demikianlah, kenal HMI, ikut LK-II, menyadarkan aku, aku dah salah bai’at ke NII. Tapi aku tetap berterima kasih pada NII, yg membawa perubahan signifikan padaku. NII bikin aku mantap berjilbab. Kasih sayang sesame org NII patut diacungi jempol, persaudaraaannya hangat dan kuat, dan mantap.
Ada keindahan yg kurasa di NII. Keindahan setelah bai’at kah? Keindahan persaudaraan? Keindahan jalan2 tengah malam, dibawa muter2, dan aku mempercayakan hidup matiku pada yang mbawa? keindahan2 tersebut gak bisa menyamai Keindahan berrgaul dgn org2 GKII yg hangat dan bersahabat.
dan aku tetap mengenangnya, membawa kesan mendalam, mengayakan hati dan jiwa.
Tahun 2000-an pertengahan
Aku yg akrab ama anak2 HMI dan PKS, hobby baca Sabili
Sabili edisi Juli kali ya, berjudul “Menggulung kesesatan Ahmadiyah”
Covernya foto Khalifah ke 4 Ahmadiyah, Hadrat Mirza Thaheer Ahmad
Aku dipinjemin Sabili oleh RAtna, pas lagi main ke rumahnya
Kutatap foto Khalifah ke 4 Ahmadiyah, wajah Khalifah putih, bersinar, bajunya putih2, senyumnya maniz, lucu, jenggotnya dah putih semua, pokoke ni KAkek koq auranya lucu, jujur, rendah hati, bersahabat dan tulus banget.
Ingatanku melayang ke Syakni waktu SMA klw 1, klw ada Ahmadiyya kita usir, kita kejar, kaya ngusir anjing, kaya buru babi.
WEKS!!
Gak ada terpancar wajah penipu pada wajah Khalifah, hanya wajah yg bersinar…tulus…
Kenal Seorang Ahmadi
April 2001 aku wisuda, Juli 2001 aku ke Jakarta, dan bekerja di Trading milik org Mali di Tanah Abang. Aku asyik masyuk internetan
Bulan apa ya… Agustus/September… aku dan Abangku Yassir main ke kost-an Zulfikar/udah kaya sodara di klg ku, pegawai kantor Bupati Tanah Datar (temen akrab abangku, Kurnia). Di kost-an Zulfikar, kita ngobrol lama, makan, terus aku bongkar2 rak bukunya, dan ada brosur itu, dari LPPI, ttg kesesatan Ahmadiyah. Itu brosur disuruh bawa oleh Zulfikar sambil berpesan: hati2 klw ketemu sama anggotanya, jgn sampe terpengaruh!
Desember 2001, kontrak kerja berakhir, aku makin sibuk internetan
JAnuari 2002, kenal seseorang di chatting
Obrolan saat itu kira2 seperti ini:
“Nabi Isa, sekarang dimana sich?”
“di langit, khan waktu dia dikejar2 ama tentara Romawi, Allah ngangkat dia ke langit, trus muridnya Yudas yg berkhianat yg ditangkap, yang disalib”
“Jadi Nabi Isa di langit? Itu khan sekitar 2000-an tahun yg lalu, ngapain dia di langit ribuan tahun, masih hidup gak?”
“waduh susah dijawab, itu kuasa Allah”
“NAbi Muhammad skrg dmn?”
“yg jelas beliau dah meninggal, dan dikubur di Madinah”
“mulia-an mana ya? NAbi Isa apa Nabi Muhammad? Nabi Isa masih hidup di langit, Nabi Muhammad dah mati dikubur dalam tanah”
Aku panas, tapi gak tahu mau jawab apa, aku curiga, nich org Kristen pasti. Ingatan kembali zaman kuliah, apa aku mau di-injil-i lagi?
“gini aja, kita kopi darat aja dech…”
“okay…”
Pada hari yg sudah ditentukan, kita ketemuan di Blok M, depan t4 kursus computer, sekitar jam 7 malem. Budi, anak gaul, jeans, T’Shirt, jaket, tas ransel yg kayanya penuh banget.
Ngobrol ngalor ngidul, pembukaan, gak ada kekakuan, semua mencair. Budi luwes bergaul. Asyik, wawasan luas.
“jadi nurut kamu NAbi Isa dmn?”
“yg jelas udah mati la… khan ada firman Allah “telah berlalu sebelum kamu Muhammad, para Rasul” itu artinya Nabi2 sebelum Muhammad sudah mati semua”
“yang diangkat ke langit siapa?”
“ya nggak ada, yg dikejar NAbi Isa, yg ditangkap Nabi Isa, yg disalib Nabi Isa, sudah sunatullah setiap NAbi menghadapi ujian, dan Allah akan menolong para Rasulnya. NAbi Isa dikira mati ama tentara romawi, diturunkan dari Salib, kemudian murid NAbi Isa Yusuf Arimatea dan Mariam Magdalena, membawanya dalam gua, disembuhin di situ, terus mereka lari, ke Afganistan, Pakistan, India, sampai ke Kashmir, di Kasmir ini Nabi Isa meninggal dalam umur 120 tahun. Ada makamnya ampe sekarang.”
“sapa yg nemuin makam tersebut?”
“Mirza Ghulam Ahmad…”
“Ha…! Lo pengikut Mirza Ghulam Ahmad ya? Lo Ahmadiyah ya?!
“iya…. So..? lanjut diskusi, atw lo ahmadi phobi sehingga persahabatan kita harus berakhir di sini?”
“hahaha… jgn gitu, gw open minded koq… lanjut aja… gini aja gw pernah baca brosur LPPI, sekalian aja gw konfirmasi ama lo ttg isinya”
“okay…”
“1. Syahadat Ahmadiya apa? “
“Asyhadualla illa ha illAllah, waash hadu anna MuhammadarRAsullAllah.”
“gak ada sambungannya?”
“Gak ada, MGA (Mirza Ghulam Ahmad) menyatakan dari semua NAbi yg diturunkan ke bumi, cuma Nabi Muhammad yg punya syahadat.
Klw lo pernah belajar agama: trus guru agama pernah bilang, waktu zaman NAbi Musa syahadatnya “asyhadualla illa ha illAllah, wa Musa RasullAllah” atau zaman Nabi Ibrahim syahadatnya “asyhadualla illa ha illAllah wa Ibrahim RasullAllah”
MGA berpendapat NAbi-nabi/Rasul-rasul selain Muhammad SAW tidak punya syahadat. menurut MGA hanya NAbi Muhammad yg punya syahadat, semua nabi yang lain, Isa, Musa, Ibrahim, Nuh, Adam, syahadatnya sama, yaitu: Asyhaduallailla ha illAllah, waash hadu aana MuhammadarRAsullAllah. Karena Nabi Muhammad adalah penghulu para NAbi/Rasul.
“2. Apa benar MGA ngaku dia Nabi yg ke-26?”
“MGA tdk pernah ngaku dia Nabi yg ke-26. Menurut MGA, berdasarkan firman Allah dalam AlQuran, Allah menurunkan setiap 100 thn seorang NAbi, jadi ada sekitar 250 ribu Nabi yg sudah diturunkan Allah SWT.”
“3. Katanya Ahmadiyah naik haji bukan ke Mekah, kmn ya?? Ke INggris apa ke Pakistan gitu?”
hahaha…. Org ahmadiyah tetap naik haji ke Mekah, Cuma Rabithat Al Islami, nganggap ahmadiyah kafir, sesat, klw ketahuan kita ahmadiyah, biasanya pemerintah Arab gk ngijinin org Ahmadiyah naik haji,
acara Ahmadiyah ke iNggris, ke Pakistan setiap tahun namanya Jalsah Salanah. Berkumpul, silahturahmi, sambil mendengar ceramah2. Ada Jalsah Salanah tingkat daerah, tingkat provinsi, tingkat Negara, tingkat dunia di Rabwah, Pakistan”
“jadi ini kaya JAmbore, ada cabang, daerah, nasional, dunia”
“:)”
“Org Ahmadiyah nganggap non-ahmadi kafir ya? Org ahmadi gk boleh nikah ma non-ahmadi?”
klw lo ke Arab, lo akan dengar kata2 kafir sering disebut. Kafir itu artinya inkar. Klw anak disuruh bayar uang sekolah, eh duitnya malah dipake buat bersenang2, nich anak disebut kafir, karena inkar ma perintah ortunya. Kafir artinya bukan berarti keluar dari Islam saja. Klw kamu inkar sama Allah SWT, sama Nabi Muhammad, inkar sama Al Quran, itu artinya kamu kafir (keluar dari Islam)
Org-org di luar ahmadi yg percaya ma Allah SWT, percaya ma Rasulullah, percaya ma Al Quran, maka kami org Ahmadiyah gak bakal berani menyebut org itu kafir (keluar dari Islam), ada firman Allah di Al Quran, hanya Allah yg tahu seseorang beriman atau tidak, jadi hanya hak Allah saja men cap seseorang itu kafir atw bukan, mencap seseorang kafir, bukan hak manusia”
Waduh kita diskusi banyak juga…. Budi kemudian ngeluarin isi tasnya, busyet…..! sekantong besar buku-buku tentang ahmadiyah. Itu buku2 ku bawa pulang
Do’a Gilaku
Buku-buku yang diberikan Budi a.l : Pertumpahan Darah atas Nama Agama, Bai’at, Kristen dari Kenyataan ke Khayalan, Isa dari PAlestina ke Kashmir, Tiga Masalah Penting, Apakah Ahmadiyah itu, Da’watul Amir, Ajaranku, BAhtera Nuh, apalagi ya….. VCD Selayang Pandang, Kaset Syair (nasyidnya ahmadiyah)
Semuanya kulahap, ada biografi Hadrat Mirza Ghulam Ahmad (HMGA) but in English, adalagi satunya ttg wahyu gitu dech.. in english juga, keduanya aku gk sanggup baca, heehhe….
Yang lucunya, ponakanku yang kls 2 SD, suka dengerin syair/nasyid ahmadiyah. Dia bilang “aneh ya Tan musiknya…tapi enak…” Gak pernah nyangka aja. Dari bayi dia paling suka musik2 Evergreen, Beautiful Love Song, music jadul2 gitu = bapaknya. Dia baru bisa tidur, klw dah denger “Du – Rythem of the Rain – Regret – Carol” musik2 gitu dech.
Seminggu Budi nelpon 2-3 kali, kita ngobrol apa aja, pokoke gk pernah kehabisan bahan. Tentang skyzoprenia, ttg orang gila n sakit syaraf lainnya. Kali lain nelpon mbahas gay, homo, lesbi, dll. Kali lain nelpon masalah anak2, pokoke ada2 aja topiknya.
Akhir telepon Budi selalu berpesan “Banyak do’a Qory… istikharah, do’akan “Ya Allah kalau memang Mirza Ghulam Ahmad pendusta dan jemaat ini tidak Kau ridhoi, hancurkan dan lenyapkan jemaat ini dari muka bumi, kalau memang MGA Nabi yang benar dan Engkau ridho dgn jemaat ini, mudahkan jalanku tuk berada di dalamnya.”
Dasar aku bandel, aku istikharah, tapi isi do’aku “Ya Allah, kalau MGA dan jemaat ini emang benar, tolong beri aku tanda-tanda, beri aku pekerjaan, sehingga aku tetap di Jakarta, karena Ibu udah bilang, klw akhir bulan ini gk dapet kerjaan, pulang kampong aja”
Do’aku tak terkabul…. Aku belum juga dapet kerjaan… Budi nelpon…dan kita bahas isi do’aku hehehe….
Dia kaget (dan aku ngebayangin, pasti dia lagi geleng2 kepala sambil lidah berdecak2 ck..ck..ck… seperti kita kesel sama anak yang bandel getho lo…)
“Kenapa kamu begitu berani sama Allah…. kamu menantang Allah….. seperti kamu perlakukan anak kecil, klw kamu pinter, rajin belajar, juara kelas, ntar di kasih hadiah sepeda. Kamu berani memperlakukan Allah seperti itu…..”
Aku meringis….. dah mo nangis… untung kita ngobrol di telepon, jadi yang keluar suara tawa yg tercekik.
“Jangan permainkan Allah Qori…..kita cuma hamba yg hina dina”
“AstagfirullahalAzhiim…” aku istigfar…
“nggak berani lagi Bud… thx dah nyadarin aku…”
“satu hal… dan aku sudah merasakan, kalau kamu sudah masuk jemaat ini, kamu akan merasa Allah itu amat dekat, pertolonganNya amat dekat, kasih sayangnya sangat berasa, kamu akan menemukan keberkahan berlimpah, keajaiban dalam pengalaman ruhani”
Ghairah yuk Bai’at
Sejak teleponan itu, aku gak berani istikharah dan do’a macem2. Tapi dalam hatiku setiap saat, aku percaya Allah Maha Mendengar, dan aku mengucapkan kata2 yg diajarkan Budi. Dan yang timbul, aku sangat ingin bai’at. Semakin dekat hari ku tuk balik ke kampong, semakin ingin aku cepat bai’at. Klw bisa sebelum pulkam.
Kita kopi darat lagi, mo mulangin dan mbahas buku2 yang kupinjam.
“kayake isinya bisa diterima semua ma gw Bud, gw pengen bai’at….”
“hehehe…. Jangan cepat2 ngambil keputusan. Sulit jadi ahmadi, dihina, dicaci, dimaki, mungkin lo bakal dijauhi ma lingkungan dan keluarga, dikucilkan dalam pergaulan. Apalagi kewajiban yg harus lo laksanakan klw dah bai’at, berat…..”
“Kewajiban apa?” trus Budi ngeluarin kaya kertas kuitansi, ada kolom2 sekitar 10 poin lebih gitu, setiap poin ada jumlah nominal yg beda2. POin ini 500, poin ini 20.000, poin ini 3.500, totalnya sekian sekian.
“Liat berapa banyak item yg mesti lo tunaikan, berapa banyak duit yg mesti lo keluarin tiap bulan, nah…. Susah khan…..berat… tapi kita bayar semampu kita aja. Kaya gw mahasiswa, yg gw mampu bayar canda/infaq cuma 5.000/bulan, tapi ada ahmadi kerja di BUMN dia bayar candah ratusan ribu, bahkan jutaan perbulan”
Aku manggut2 “tapi aku tetap mo bai’at, aku akan usahakan membayar apapun yg diperintahkan”
“Jangan tergesa-gesa… pikir2 dulu…”
“aku mau pulang kampong Bud. Aku takut di jalan kecelakaan, sedang aku belum bai’at”
Budi tertawa… “kapan mo pulang ke Padang?”
“Minggu ini juga, ayolah Bud… bawa aku ke Masjid lo, aku minta dibai’at…”
“Gini aja dech….” Budi mengeluarkan 1 berkas kertas. “Ini alamat ahmadiyah di seluruh belahan dunia, jadi dimanapun kamu berada, mo di Padang, di Medan, di Belanda, lo cari alamat ini. Jadi di perjalanan nanti lo bisa mikir2 lagi. DI kampong nanti setelah ketemu keluarga, kamu bisa nanya diri sendiri, siap nggak untuk jadi lain dari yang lain, siap gak melepas dan dilepaskan oleh keluarga, siap gak melaksanakan kewajiban ini itu, siap gak mengorbankan jiwa dan harta tuk kepentingan Islam, okay….”
Aku cuma senyum, rada kecewa, karena saat itu aku betul2 semangat tuk bai’at.
Bai’at di kampung
Februari 2006 aku pulang ke Batusangkar. nyari alamat ahmadiyah, ketemu…. Ngobrol akrab dgn sesepuh ahmadiyah di Batusangkar. tiap Jum’at aku ikut Jum’atan di Masjid Ahmadiyah di Sitakuak, BAtusangkar. Setelah sebulan / 4 x ikut Jum’atan aku merasa siap diBai’at .
Sekitar bulan April, tanggal 20-an, JAI Cab. Batusangkar ngadain acara peringatan Maulid Nabi, jadi saat itulah aku dibai’at. Biasa aja, mengucap janji2 syarat bai’at. Lebih heboh dan mangharubiru, acara bai’at di NII
Seperti biasa aku jalan2, biasanya 2 minggu sekali ke Dinas Tenaga Kerja, nyari lowongan. 3 hari setelah bai’at aku jalan lg ke Dinas Tenaga Kerja. Yang ada cuma lowongan jadi TKI ke Malaysia, Hongkong, Batam. Karena gk enak bgt jadi pengangguran, aku nekad mo jadi TKI aja. Minta formulirnya ke petugas. Pas lg ngisi2, ada pegawai baca2 berkas lamaranku.
“Bisa computer, S1 B.Prancis, mo jadi TKI?” tanyanya
AKu cuma nyengir…
“Saya ada rental computer, operatornya baru berenti krn ikut suami ke Pekanbaru, kamu mau gak jadi OP computer?
“Alhamdulillah… mau Pak, kapan saya mulai kerja?”
“Datang aja besok… “ Pa Datuak (Bos baru) ngasih alamat .
Begitulah dgn suka cinta aku kerja jadi op computer. Rental ini menyatu dgn toko ATK dan Fotocopy Pak Datuak. Klw gk ada ketikan aku mbantu motocopy dan njilid.
Ini keajaiban pertama setelah aku masuk Ahmadiyah, kerja yg nemuin aku, bukan aku yg nemuin kerja.
anda membaca ini dgn pandangan skeptis? hehehehe… gak msalah….
Iman Menurun
Oktober 2002 aku ditaarufkan dgn seorang khudam/Ikhwan/Brother. Orang tua kami dah netapin tanggal segala lo, bulan November/Desember 2002 gitu kira2 waktu walimahannya. Tapi gagal… org jelek dan miskin kaya aku, yach…. Nyadar diri aja dech…(hehehe…..)
November aku pindah t4 keluarga Abang di Bangka. Rumah jemaat ahmadiyah terpencil…… bgt….. di kampong… banget… ngelewatin kampong orang Cina, babi2 peliharaan mereka seenaknya bergerombol di jalan raya, kaya ayam aja.
trus…Ngelewatin hutan2, jalan setapak…. Wah…….ampun……dach…. Trus Mubalighnya gak ada, yg ada cuma ketua Cabang.
Aku deket lagi ma my best friend dari kls 1 SMA. Yang jelas dia sgt menentang ahmadiyah. Dia same ngomong “pokoknya aku ampe mati tetap the best is Muhammadiyah, klw kita nikah, ntar anak kita ahmadiyah apa MUhammadiyah?”
“Binun khan….. ya udah…. dari pada menikah ntar nimbulin konflik, kita gk usah nikah. Kita nikah ama yg sama dgn kita aja, khan beres….”
Aku sepi…. Gak ada guru, gk ada siraman ruhani…. Sesekali Budi masih nelpon dan sms, tapi tetap aja kering….. so aku ikut ama temen kantor, lanjut ngaji di Liqo’ PKS. Sesekali ikut pengajian Salafi.
Paling parah saat itu, sekitar bulan April 2003. Aq depresi….. betul2 hampa dan kering…. Gk tahu knp pengen bgt nikah…. Pengen banget punya anak… bener2 pengen jadi seorang Ibu….sampe klw chatting aku suka mbahas bayi tabung. Pokoke nyari cara, gmn ya walau gk ada suami tapi ttp bisa punya anak.
Aku pengen keluar dari ahmadiyah… dah hampa…. gk ada ghairah…
Tanggal 12 April, seperti biasa, ngobrol ma temen kost. Jam 22.00 kita tidur. Aku mimpi, rasanya kaya jaman kuliah dulu, aku lagi ikut pelatihan da’wah, berdiri depan podium, gk pede, tegang, tapi kemudian rasanya kaya waktu SMP, aku suka berdiri di depan kelas, i was a comedian – aku pelawak, cerita lucu2 ini dan itu, seluruh teman sekelas ada yg duduk, ada yg berdiri, ketawa ngakak sampe pukul2 meja, mendengar cerita lucuku (yang terbayang di otakku seperti itu) tapi aku tetap di podium pelatihan da’wah,
dan aku melihat tim juri yg duduk di depan, ada Bapak Sayuti MAlik Aziz (Resuit TAbligh/Panglima mUbaligh Ahmadiyah), ada Pak Abdul BAsith (Amir JAI Indonesia), di tengah mereka duduk dengan tenang Khalifah IV, Huzur, Hadrat Mirza Thaheer Ahmad. Huzur memandangku dgn senyum tulus mengambang, seluruh pakaiannya putih2, sorbannya putih, wajahnya bersinar, lembut…indah…. Aku hanya bisa bengong melihat mereka bertiga, ketiganya tersenyum…. Aku pandangi Huzur lagi yang sinarnya memancar, aku berasa ringan……..bgt….jiwa ini serasa melayang…….
Dan aku terjaga, bendungan beban selama ini meledak, air mata keluar tak tertahan, aku terisak, ada rasa haru…membuncah…..merasa dicintai….merasa dipeluk… felt warm and so comfort …. Kulihat jam 03.00 dini hari, tgl 13 April 2003.
Aku ingat Budi, waktu kopdar, Budi pernah cerita, ia pernah mimpi, sholat diimami RAsulullah, kemudian besoknya dia mimpi itu lagi, besoknya dia mimpi, tapi imam sholatnya bukan Rasulullah lagi, tapi seseorang yg lain, yg kemudian diketahui adalah Hadrat Mirza Ghulam Ahmad, yg fotonya dia lihat di rumah temennya yg ahmadi. Waktu Budi cerita itu, aku nanggapi dgn skeptis. Menurutku bisa aja Budi ngarang2 hal seperti itu.
Tapi kini aku ngalamin sendiri, gk pernah menyangka, itu bisa terjadi…. Rasanya membuncah…
Aku segera kirim sms ke Budi, ngisahin mimpiku padanya, “Allah telah menunjukkan kebesaranNya padamu, Banyak do’a, do’a dan do’a, jgn takut pada kutuk laknat dunia”
SKEPTIS
Merendahkan…meremehkan… mungkin seperti itulah aku waktu awal2 kenal orang ahmadi.
1. waktu Budi cerita dia ketemu Rasulullah dan MGA di mimpi.
2. Waktu Budi cerita, pas dia lagi down bgt, susah nyari kerja, kebelet nikah, dan dia mimpi, mendengar suara “La Tahzan…”
3. Waktu aku dan anggota Ahmadi Batusangkar nonton Selayang Pandang, di VCD aku melihat orang2 ahmadi yang terharu ketemu Khalifah IV, mereka nangis bercucuran air mata bisa ketemu Khalifah. Ketua LI (wanita ahmadi) berkomentar, “aduh….. bener2 …. Terharu… Gak bisa nahan air mata keluar pas ketemu Khalifah… berkah besar sekali….Khalifah bisa datang ke Indonesia..”
Saat itu dalam hati aku berkata “ah…..segitunya……knp bisa terharu ya….koq bisa ampe nangis ya… koq bisa segitunya sich….”
Tapi sejak aku mimpi ketemu Khalifah…… cinta yang mengharu biru baru terasa, membuat air mata tercurah
Anda boleh skeptis mendengar , ceritaku, aku bisa ngerti karena seperti itulah aku dulu.
Dari kecil dinding antara dunia ghaib dan aku rasanya tipis.
1. umur 6 tahunan, kayanya aku pernah dibawa pergi nenek2 gk ku kenal, tapi akhirnya dikembalikan ke rumah.
2. Umur 10 tahun, jam 11 malem, waktu itu malam minggu, sodara2 suka begadang malam minggu (sodaraku ada 8 orang) jadi rumah ramai bgt. Aku dah tidur dari jam 8 malam, tiba2 bangun, aku disuruh keluar, oleh suara tak dikenal “sana ke Masjid, susul Ibu dan adikmu, mereka taraweh di MAsjid Taqwa” aku keluar rumah, jalanan sepi, 500 meter dari rumah, di seberang ku ada pohon beringin besar.. saat itu aku berhenti mendadak, sadar, koq taraweh, sekarang khan bukan Ramadhan, aku balik kanan, dan lari sekencang2nya pulang ke rumah.
3. SMP, 14 tahun, aku kemping. Pas tidur posisi aku di pintu tenda yang menghadap ke selatan, pas bangun pagi, posisiku di pintu tenda yang ngadap ke Utara. Sekitar situ emang banyak makhluk halus, teman kami ada yang kesurupan.
4. SMA, aku pindah rumah, rumah terpencil dari org lain, halamannya luas, di sini kami sekeluarga sering diganggu.
5. umur 19 tahun, di Bekasi, aku sering bgt di ganggu selama tinggal di rumah KAkak. Kadang baru mau tidur/masih nyadar, aku merasa serombongan anak kecil menginjak2 tubuhku, aku baca ayat kursi, ampe lama.. baru tuch mereka ngacir, tapi semua badan rasanya dah patah2.
6. Ada juga yg baik, pas bulan puasa di Bekasi, kakakku sekeluarga nginep t4 sodara Abg ipar, beberapa hari. Aku di rumah sendiri. aku nonton dan ketiduran di depan TV. Tiba2 aku merasa ditampar, kaget bgt, sampe jatuh dari kursi, Rupanya 10 menit lg mo imsak. aku buru2 sahur.
7. Pas kuliah.. jangan ditanya dech… banyak bgt gangguan, saking gk tahan ngadepin aura ghaib rumah, aku pernah pindah kost beberapa kali.
Anda boleh skeptis dgn kenyataan ini…..
sejak masuk ahmadiyah…. Aku merasa aman…. dan Alhamdulillah sampe sekarang belum pernah lagi diganggu makhluk halus.
Tahun 2005-an aku gagal lagi taarufan ma KHudam. Wanita emang lemah ya….. tahu-tahu aku dicomblangin ma temen kantor ama temannya di Jakarta, eh ortu juga njodohin aku ma anak temen akrabnya Ayah. Aku dan tu Ikhwan dah saling kenal dari kecil, kayanya kami saling cinta dalam diam (hehehe…. Maksute baru terungkap udah tua2 gini)
Yang jadi halangan, dia JEmaat Tabligh, aku Ahmadiyah, dan ini perang batin bgt…… aku depresi lagi…. Waktu itu aku jadi Ketua LI JAI Cab. Bangka. Ada acara rapat pengurus di Cabang Palembang. Pas acara ini, kita sholat Tahajud berjema’ah… Dan imamnya waktu itu Subhanallah…. Membaca ayat2 dgn sepenuh hati dan jiwa, indah…… aku terisak dalam SHolat…betul2 merasa rapuh…..semakin cinta dgn jemaat ini……
aku merasa… setiap kali hendak berlari meninggalkan jemaat ini, Tuhan selalu punya cara menahanku, membuat aku semakin cinta dan cinta.
kadang aku suka memarahi diri sendiri, karena setiap kali membahas ahmadiyah, aku selalu bilang ke teman diskusi “aku gk berani mengklaim ahmadiyah paling benar, aku gak bisa janji sampai mati aku akan jadi ahmadi” aku takut… aku lemah….
waktu aku bai’at ke NII, aku suka berkoar2 “NII paling benar, NII adalah darah dan jiwaku, sampe mati aku akan jadi NII, aku cinta mati ama NII” dan aku melanggar janji, aku keluar dari NII.
Aku takut… yang bisa kupastikan saat ini aku ahmadi, saat ini aku cinta ahmadi, tidak tahu di masa depan. Aku selalu mencari.. aku bukan orang yang saklak. Aku beli buku Hasan Audah, aku punya buku Amin Djalaluddin, aku punya buku “Ahmadiyah telanjang bulat di panggung sejarah” aku punya koleksi file2 pendapat2 org yg menghujat ahmadi di milist2. Aku baca semua, sampai saat ini belum ada sesuatu yg menggerakkan aku tuk ninggalin jemaat ini.