http://www.iht. com/articles/ reuters/2008/ 06/16/asia/ OUKWD-UK- PAKISTAN- VIOLENCE. php
Four killed in Pakistan bomb blast
Reuters
Monday, June 16, 2008
PESHAWAR, Pakistan: A bomb exploded in a Shi’ite Muslim mosque in Pakistan’s northwestern city of Dera Ismail Khan on Monday, killing four people and wounding two, police said.
The bomb went off at dusk when Shi’ites were gathered in the mosque for prayers.
Members of Pakistan’s Sunni Muslim majority and minority Shi’ites largely co-exist peacefully. However, militant groups from both sides have killed thousands of people in tit-for-tat attacks over nearly three decades.
Apakah Indonesia sedang melangkah ke arah ini? sesama Pecinta Rasulullah saw, sesama berprinsip Islam is the way of life, sesama Hamba Allah, saling memusnahkan???
Masalahnya karena berpenganggnya tidak pada Tali Allah swt, Yaitu Allah swt, Muhammad saw, AlQuran, sunnah.
Cobalah teriak-teriak ‘rahasia Allah’ alias pengaman batin spriritual tiap pribadi, pastilah akan muncul fitnah-fitnah yang dikipasi iblis. Yaitu masing masing akan saling menyalahkan-dan membenarkan ,’ngotot’. Karena tingkatan spiritual tiap manusia belum pasti selevel meskipun jalan yang ditempuh sama.
Pintu masuknya iblis biasanya pada sifat sombong dan amarah.
Kalau secara pribadi saya berpendapat Indonesia menuju ke arah toleransi yang sejati, meskipun kadang-kadang terjadi sedikit benturan ibarat menyusun piring, kadang bersuara keras, kadang kalau terlalu keras retak.
Sebenarnya diskusi ‘panas’ tentang sesat tidaknya suatu aliran agama dalam Islam sudah dimulai sejak dulu, Misal di Muhammadiyah tentang ziarah, bedug, penentuan hari raya. Di NU tentang mu’tabaroh tidaknya aliran Tarekat. dll.
Cuma di Ahmadiyah ini kok pakai seperti pentungan, laskar (mirip tentara ya
.). Itu karena Ahmadyah juga teistilah seperti ‘negara’ misal mantan NII, istilah Khilafah dll. Tampaknya Ahmadiyah dengan oramas Islam lain kelihatan kompak yaaa? Kompak pakai ‘bahasa politik’. Kalau mo lebih kompak pake aja Bahasa AlQuran dan Sunnah…
Siapa Mas, yang tidak berpegang teguh pada tali agama Allah??
Syi’ah?? Ahmadiyah?? LDII?? ISlam Liberal?? (Orang-orang ini juga berpegang teguh pada Allah swt, Muhammad saw, AlQuran, sunnah, silahkan berdebat dgn mereka)
Yang berpegang teguh siapa??
FPI? HTI? MMI? NU? PKS? Salafi? Tasauf? JT?
Sesama yang mengaku berpegang teguh saja kadang saling menuding. Salafi menuding PKS, Yusuf Qaradhawi, Hasan Al Bannna, menyimpang/sesat, karena mereka bergerak di bidang politik.
MMI bilang jihad paling besar itu angkat senjata. Hadist yang bilang jihad paling besar adalah mengalahkan hawa nafsu, kata MMI itu hadist dhoif. Dan ini pasti ditentang Salafi, NU, Muhammadiyah, PKS, karena jihad paling besar adalah jihad mengalahkan hawa nafsu, dan arti JIHAD sebenarnya adalah “bersungguh-sungguh”
BEnar Mas…. klw melihat keadaan gonjang ganjing selama ini? siapa yang sombong? siapa yang pemarah?
Ahmadiyah ke MUI, dicuekin, Ahmadiyah dibilang monyet (oleh HAbieb Rizieq), dibilang rampok-maling (ama Mahendradatta), dibilang kriminal (ama Munarman) kita tenang wae, waktu saya SMA tahun 1991 (saya masuk ahmadiyah 2002) ada yang ceramah di Masjid bilang Ahmadiyah = babi = anjing.
Mudah-mudahan….
ngomong-ngomong toleransi sejati itu apa sich??? visinya seperti apa???
apakah seperti PAkistan? kudeta, bom bunuh diri, bom Masjid, karena kayanya kita mau berkiblat ke sana.
Kalau sama Ibu saya Mas…. klw nyusun piring gk boleh ada benturan, apalagi ampe retak. Mencuci dan menyusun piring harus dgn tenang dan lembut, begitu cara kita memperlakukan barang yang sensitif.
KHalifah… yup…. ada di Ahmadiyah… so what…?
Jangan pernah nyamain Ahmadiyah dgn NII. Dari namanya saja jelas, yang satu universil, yang satu nasionalis.
Ada boleh tanya seluruh Pemimpin negara dimana ada Ahmadiyah, apakah kedaulatan neraga mereka terancam dgn eksistensi Ahmadiyah. SIlahkan tanya juga Presiden Pakistan, Malaysia, Brunei, Iran, Arab Saudi. Mereka tidak takut pada Ahmadiyah, mereka takut pada orang2 yang membenci Ahmadiyah.
Terutama tanya kepada Allah SWT, apakah Allah SWT merasa Agama Islam terancam dgn eksistensi Ahmadiyah.
Ketika kita mau menikah saja, kita IStikharah (minta pertimbangan pada Allah) apakah pilihan hidup kita sudah benar. Kenapa hal-hal begini kita tidak lakukan hal yang sama.
Tentang takut ada 2:
Perasaan takut : takut kehilangan hal hal keduniawian, khawatir masa depan(dalam hal harta benda) dll, hal ini disebabkan godaan syaiton.
Rasa takut: Rasa yang menimbulkan kedekatan pada Allah swt. Misalnyanya rasa takut melanggar perintahNYA. Dan rasa cinta menjalankan perintahNYA. Rasa takut ini timbul karena Allah swt.
Lha presiden2 yang takut pada yang membenci Ahmadiyah itu “takut” yang mana, biarkan beliau-beliau merenungi dirinya sendiri.
Tentang Agama Islam sudah ada nash-nya sendiri, bermula dari tidak ada, dan pada saat kiamat nanti, hampir semua orang sudah lupa, apakah Allah swt itu.
Kalau tentang Allah swt, meskipun semua penduduk dunia kafir, Allah swt tetaplah Tuhan, manusia yang butuh Allah swt.
apapun yang terjadi, kemana pun jiwa terhempas
cukup Allah saja bagiku
bagi alam semesta “LOVE 4 ALL – HATRED 4 NONE”
Yang tidak berpegang teguh pada tali agama Allah yaitu orang-orang yang berpegang pada hawa-nafsunya dll. Baik itu di ormas manapun.
Toleransi sejati itu ya SEtia JAnji sampai maTI, toleransi yang berdasar Allah swt.
Dalam ranah politik, misal ada 2 calon, misal a dan b, pendukung a akan menyesatkan pendukung b. :-0
Toleransi yang sejati:
ketika kita bisa menerima orang lain apa adanya, dgn segala kelemahan dan kekurangannya serta kelebihannya.
jangan politik dink….
*mumet*
jalan-jalan aja ya…. biar sehat dan segar…
ketika a dan b memiliki tujuan yang sama, tapi a menganggap jalan yang diambil b salah, dan ketika a beritahu jalan yang menurut a benar, b tetap mengikuti jalan b (yang menurut a salah)
KEnapa a marah pada b (yg a anggap telah salah jalan)
apa b telah memasang bom di jalan yang akan a lewati?
apa b merobek-robek peta perjalan a?
apakah b menaburi jalanan a dgn paku2, sehingga a tidak bisa berjalan dgn lancar?
apa b menodai jalanan yang akan dilalui a dengan kotoran sehingga membuat a jijik menapaki jalan yang dianggap a benar?
kenapa a tdk ikuti saja jalan a (yang menurut a benar), kenapa a tidak biarkan b mengikuti jalan b (yang dianggap a sesat). Karena tidak ada antara a dan b yang udah sampai ke tujuan. Mari a dan b ikuti jalan masing-masing, tanpa saling mengganggu, sampai batas waktu yg telah ditentukan.
Waktu dimana Sang PEncipta mengumpulkan a dan b, a dan b akan tahu, jalan mana yang benar, biar Sang PEncipta yang memutuskan.
Dalam agama itu tujuannya adalah Tuhan, dalam bahasa sufi/salik/tarekat/tasawuf…boleh juga dengan terminologi ma’rifat. Kenal dengan Allah swt. Di alam ma’rifat ini sudah nggak dibahas jalan lagi, adanya cuma dekat dengan Allah swt. Saat dzikir kadang kita mencapai fana/’kosong’….kita berdzikir dengan otak, ilham lidah, hati, lafadz dll itu semua ciptaan/milik Allah swt. Hingga kita merasa bukan apa-apa, hanya Allah saja yang ada. kalau misalnya Al Hallaj ngucapin Ana al Haq, bolehjadi ia akan terpancung karena pendengarnya masih dalam tataran fiqih,syariat.
Cuma iseng-iseng mbedain:
Kalau di Ahmadiyah, Ahmadiyah yang masuk ke ‘aku’.(posting terdahulu-bagaimana keluar dari ahmadiyah).
Kalau di tarekat, ‘aku’ ini lebur dan fana hingga yang ada hanya Allah swt.
Yup demikianlah motto hamba yg lemah ini “tidak cukupkah Allah bagi hamba-hamba Nya”
SUbhanallah…. Alhamdulillah…berbahagialah orang-orang yg telah mencapai puncak percintaan dengan KHalik Nya.
Al Hallaj sudah terpancungkan? oleh orang-orang yang tidak pernah merasakan menyatu dengan Sang PEncipta.
demikianlah….karena anda memandangnya dalam tataran tasawuf…
kalau anda di tarekat, maka aku lebur dan fana hingga yang ada hanya “ALLAH” saja di ahmadiyah.
aku suka koq baca-baca buku sufi, sejak SMP, Rabi’ah ad Adawiyah, Rabi’ah Asy Syamiyah. Aku baca Al Hallaj waktu kuliah.
Ada satu buku sufi yg kubaca waktu SMP, lupa judul dan pengarangnya, yang indah dan sgt mengesankan dalam buku trsbt, redaksinya kira-kira begini:
Ya Illahi, aku benci pada amalan baik yang membuatku tinggi hati
Ya Illahi, aku syukuri dosa yang membuatku merasa tak lebih dari sebutir debu
i love sufi…. waktu kuliah di Medan bahkan aku pernah mendatangi t4 orang “bersuluk” di Padang Sidempua – Tapanuli Selatan dan di TAnjung Pura.
ya udah.
jangan suka bilang LOVE 4 ALL, kalo memang benar dan Anda trus dilamar oleh Mahendratta/ Habib Rizieq gimana hayooo?
Trus kalo di internet ada yang OOT gimana hayo…?
misal
“Kami tidak marah meskipun mereka mengatai kami anjing, babi, kera dll.”
lalu dijawab dengan ‘nyampah’..;
“Emangnya anjing, babi, kera dll bisa mengetahui bahasa manusia?”
mang napa??? cemburu yak???
ketika aku berkata love4all, bukan berarti obral cinta…
tapi sedang nyebar kasih ke seluruh alam semesta…
love 4 all…
love 4 you….
tidak ada manusia yang sempurna dan saya sendiri adalah salah satu bukti yang paling nyata (JOGER)