aku dapat istilah ini waktu ikut LK II sekarang SC II, semacam tingkat pengkaderan, pelatihan kepemimpinan, di HmI sekitar tahun 1998.
Andro = karakter2 maskulin yang terbentuk dalam diri seseorang menjadi gayanya, sifatnya seperti: narsis, berjiwa pemimpin, dominasi, disiplin, independent, free, individualistic, penyendiri, pendiam, kompetitif, orientasi sukses, yakin, teguh, ambisi, agresif, songong, agois, kaku, tidak empati, petualang,
gyne = karakter2 feminim yang terbentuk dalam diri seseorang menjadi gaya/sifatnya : senang diperhatikan, angkuh, lembut, penurut, toleran, pengasih, penyayang, tekun, tenang, bermasyarakat, dangkal, emosionil, rapuh, plin-plan, gak realistis, kompleks
Prof. Sandra Bem’s work on androgyny preceded the current widespread use of the term as a gender identity, and uses the term more in terms of character traits than core gender identity. She considers an androgyous balance of traits to be desirable, stating that those who are able to draw on both traditionally masculine and feminine emotions and behaviours are best able to cope with life’s challenges in a well-rounded way.
Apa hubungannya ma Ayah dan Ibuku? mereka berjiwa androgyny
Ayahku, sebagai TNI-AD, Pak Koramil, dia kuat, keras, dan tegas.. Dia pernah bunuh ular besar, pernah nyelamatin anak harimau yg kesasar, pernah angkat dan masang tiang listrik, angkat-angkat batu besar, pinter bikin teralis.
Hasil karya ayahku di rumah: tempat tidur besi, oven raksasa sebesar peti mati, kompor 28 sumbu, dapur rumah, jendela kamar..
Kerjaan Ayahku di rumah:
malem nguleni tepung tuk dibuat roti, banyak ulenan-nya sebaskom besar, kemudian Ibu dan anak2 yg besar membentuknya jadi roti, dibiarkan ampe beberapa jam, baru dibakar di oven raksasa.
Pagi: Ibu sibuk memasak roti, bakwan, dan kue dadar, dibantu anak2 yg sudah besar. Ayah menimba air, memandikan anak2 yang kecil, nyuapin makan, ketika Ibu sibuk, kdg Ayah yang ngepang rambutku. Sebelum ke kantor, Ayah ngantar roti2 yg udah dikemas ke toko2. Sedang kue basah, kami anak2 mbawa ke kantin sekolah masing2.
Ayah dan Ibu 22nya punya jiwa androgyny. Dua2nya saling melengkapi. Ayah tegas, tapi dia juga bisa lembut. Ibuku lembut, tapi dia juga bisa tegas. Dan teman2ku bilang, Ibuku berwibawa.
Setelah Ayah meninggal, saat itulah Ibu benar2 menunjukkan pribadi yang kukuh.
Bagiku, org yg berjiwa androgini adalah org yang seimbang. Orang yang egaliter, adil.
Karena orang tuaku seperti itu. Saudara2 ku, 5 lelaki dan 3 perempuan, juga seperti itu.