Stephenie Meyer
Twilight I, mementingkan kabahagiaan orang lain..
Penasaran yang muncul awal membaca novel ini: apa alasan Bella pindah ke Forks, tempat yang dibencinya karena udaranya yang dingin, dan meninggalkan Phoenix, kota yang hangat penuh sinar matahari.
Semula aku berfikir, karena Ibunya menikahi lelaki yang jauh lebih muda, Phil, dan lelaki ini berlaku kurang ajar pada Bella.
Aku paranoid banget ya…..
Salut pada Bella, ketika hampir pertengahan aku menemukan jawaban: Ibu Bella, Renée, menikahi Phil yang jauh lebih muda. Phil seorang pemain bisboll or Futball (aku lupa…heehe) yang suka bepergian…. Renée sangat berbahagia bersama Phil… dan sgt antusias mengikuti kemanapun Phil pergi, tapi perhatiannya terbagi oleh keberadaan Bella, anak yang harus dirawatnya.
Bella menyadari ini…. ia merasa ketika Ibunya kembali ke rumah, mengurus dirinya, kebahagiaan Ibu tidak seperti ketika bersama Phil.
Bella, anak yang sangat mementingkan kebahagiaan orang lain, tidak ingin merepotkan Ibunya, tidak ingin jadi penghalang kebahagiaan Ibunya.
Bella memutuskan pindah ke Forks, yang sepi…yang dingin…..kota yang dibencinya…. demi kebahagiaan Ibunya…..
Aku membandingkan dengan sinetron2 Indonesia, sebut salah satu “LIA”
Lia menangis sejadi-jadinya, sampe minggat segala dari rumah, ketika tahu Ibunya akan meninggalkan dia, menjadi TKW di luar negeri. Lia tidak ingin berpisah dgn ibunya, karena dia sangat sayang dan sangat membutuhkan kasih, sayang, dan perhatian Ibunya.
Aku hanya merasa betapa kekanak-kanakannya Lia, dan sinetron2 Indonesia laen….. what a selfish….
Salut buat Bella yang dewasa…. yang lebih mementingkan kebahagiaan orang lain daripada dirinya sendiri….
Membandingkan Twilight dan Smallville
Bella yang cerdas….. yang menyelidiki dan tepat mengambil kesimpulan, tentang jati diri Edward, tidak seperti Lana. Clark yang meragukan Lana, meragukan dirinya sendiri, yang tidak sanggup berterus terang pada Lana, tidak seperti Edward…. yang sangat protektif dan jujur pada Bella.
Ukhti, berkorban untuk kepentingan orang yang kita cintai merupakan penghargaan tertinggi dari sebuah kata “Keluarga”
Sejak dulu aku selalu berharap dapat membahagiakan orangtuaku, aku rela berkorban apa saja. Hingga keadaannya sekarang berubah. Karena aku sudah mempunyai keluargaku sendiri…
Saat pengorbananku menjadi buah simalakama, bagi orang-orang yang notabene aku berikan hidupku pada mereka
Jika beberapa kepentingan sudah saling berbenturan, dan saat pengorbanan malah membuat kehancuran salah satu anggota keluarga.
Fiuh…hanya Allah yang tahu, betapa aku mencintai mereka dan selalu berharap adanya saling pengertian. Atau malah sebaliknya, justru aku yang tidak pernah mau mengerti ? entahlah…
Akh….
kdg kita seolah merasa dilempar ke persimpangan…..
yg membuat kita merasa harus memlih….
kita sebenarnya tidak harus memilih kepentingan yg mana yg mesti didahulukan…
yang perlu kita lakukan..
sesungguhnya…
hanyalah…..
memberi perhatian…kasih sayang…. yang sebesar-besarnya ke semua pihak….
yang perlu kita lakukan
sesungguhnya..
hanyalah….
membuat org-org yg mencintai kita, yang kita cintai…. tersenyum dan tertawa….
tidak penting itu materi…
yang lebih berharga dari semua itu adalah…
bahwa
kehadiran kita….
dalam kehidupan mereka….
membuat
mereka tersenyum….
tertawa…..
bahagia….
karena
yg bisa menghilangkan segala beban, menghapus segala derita
adalah senyum dan tawa….
bukan materi dan sgl benda dunia