<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Twilight, mementingkan kebahagiaan orang lain</title>
	<atom:link href="http://qaryatisyahin.wordpress.com/2009/01/10/twiligh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2009/01/10/twiligh/</link>
	<description>Tidak cukupkah Allah bagi hamba-hamba Nya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Dec 2009 02:23:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: qaryati (always be ur best friend)</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2009/01/10/twiligh/#comment-172</link>
		<dc:creator>qaryati (always be ur best friend)</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 02:16:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=170#comment-172</guid>
		<description>Akh....
kdg kita seolah merasa dilempar ke persimpangan..... 
yg membuat kita merasa harus memlih....

kita sebenarnya tidak harus memilih kepentingan yg mana yg mesti didahulukan...

yang perlu kita lakukan..
sesungguhnya...
hanyalah.....
memberi perhatian...kasih sayang.... yang sebesar-besarnya ke semua pihak....

yang perlu kita lakukan 
sesungguhnya..
hanyalah....
membuat org-org yg mencintai kita, yang kita cintai.... tersenyum dan tertawa....

tidak penting itu materi...
yang lebih berharga dari semua itu adalah...
bahwa 
kehadiran kita....
dalam kehidupan mereka....
membuat
mereka tersenyum....
tertawa.....
bahagia....

karena 
yg bisa menghilangkan segala beban, menghapus segala derita
adalah senyum dan tawa....

bukan materi dan sgl benda dunia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akh&#8230;.<br />
kdg kita seolah merasa dilempar ke persimpangan&#8230;..<br />
yg membuat kita merasa harus memlih&#8230;.</p>
<p>kita sebenarnya tidak harus memilih kepentingan yg mana yg mesti didahulukan&#8230;</p>
<p>yang perlu kita lakukan..<br />
sesungguhnya&#8230;<br />
hanyalah&#8230;..<br />
memberi perhatian&#8230;kasih sayang&#8230;. yang sebesar-besarnya ke semua pihak&#8230;.</p>
<p>yang perlu kita lakukan<br />
sesungguhnya..<br />
hanyalah&#8230;.<br />
membuat org-org yg mencintai kita, yang kita cintai&#8230;. tersenyum dan tertawa&#8230;.</p>
<p>tidak penting itu materi&#8230;<br />
yang lebih berharga dari semua itu adalah&#8230;<br />
bahwa<br />
kehadiran kita&#8230;.<br />
dalam kehidupan mereka&#8230;.<br />
membuat<br />
mereka tersenyum&#8230;.<br />
tertawa&#8230;..<br />
bahagia&#8230;.</p>
<p>karena<br />
yg bisa menghilangkan segala beban, menghapus segala derita<br />
adalah senyum dan tawa&#8230;.</p>
<p>bukan materi dan sgl benda dunia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sahabat</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2009/01/10/twiligh/#comment-162</link>
		<dc:creator>Sahabat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 04:25:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=170#comment-162</guid>
		<description>Ukhti, berkorban untuk kepentingan orang yang kita cintai merupakan penghargaan tertinggi dari sebuah kata &quot;Keluarga&quot;

Sejak dulu aku selalu berharap dapat membahagiakan orangtuaku, aku rela berkorban apa saja. Hingga keadaannya sekarang berubah. Karena aku sudah mempunyai keluargaku sendiri...

Saat pengorbananku menjadi buah simalakama, bagi orang-orang yang notabene aku berikan hidupku pada mereka

Jika beberapa kepentingan sudah saling berbenturan, dan saat pengorbanan malah membuat kehancuran salah satu anggota keluarga.

Fiuh...hanya Allah yang tahu, betapa aku mencintai mereka dan selalu berharap adanya saling pengertian. Atau malah sebaliknya, justru aku yang tidak pernah mau mengerti ? entahlah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ukhti, berkorban untuk kepentingan orang yang kita cintai merupakan penghargaan tertinggi dari sebuah kata &#8220;Keluarga&#8221;</p>
<p>Sejak dulu aku selalu berharap dapat membahagiakan orangtuaku, aku rela berkorban apa saja. Hingga keadaannya sekarang berubah. Karena aku sudah mempunyai keluargaku sendiri&#8230;</p>
<p>Saat pengorbananku menjadi buah simalakama, bagi orang-orang yang notabene aku berikan hidupku pada mereka</p>
<p>Jika beberapa kepentingan sudah saling berbenturan, dan saat pengorbanan malah membuat kehancuran salah satu anggota keluarga.</p>
<p>Fiuh&#8230;hanya Allah yang tahu, betapa aku mencintai mereka dan selalu berharap adanya saling pengertian. Atau malah sebaliknya, justru aku yang tidak pernah mau mengerti ? entahlah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
