pribadi naif, dhaif, emosionil yang haus pencerahan,
egaliter, fraternite, liberte
bagiku semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah
karena

Jiwaku kanak-kanak
Yang menjunjung tinggi ketulusan dan kejujuran
Jiwaku kanak-kanak
Yang hanya peduli pada hati bukan kulit yang membaluri
Jiwaku kanak-kanak
Yang ketika hatinya patah
Dia akan terus tumbuh
Lebih kuat dan kukuh
Jiwaku kanak-kanak
Mbak usul:
Bagaimana jika dikupas juga tentang orang-orang ahmadi yang mencuci atau mengepel lantai bekas sholat non ahmadi. Hal tersebut perlu dijernihkan, sebab saya sendiri sudah mendengar kurang lebih 3 orang yang mengatakan demikian. Dan satu orang dalam kehidupan nyata saya. Jadi masalah itu bukan fitnah.
Kalo saya sih menanggap hal itu dilakukan orang-orang yang terlalu fanatik.
@Dana
Suer….. Mas Dana….. saya pernah ke Masjid Ahmadi di MAkassar, Jogja, Bali, Padang, Batusangkar, Kebayoran, Peninggilan, ada 2 lagi, lupa nama daerahnya, sekitar JAkarta sich…..
Demi Allah….
Gak ada itu orang Ahmadi menganggap orang luar ahmadi najis. Adek saya non ahmadi (muhammadiyah), sering ngantar saya (naik mtor) ke Masjid, kadang-kadang dia juga numpang sholat. Kita orang ahmadi sambut dia dengan hangat, yang jelas gk ada pel2 lantai.
Sekali lagi, Demi Allah…
Orang Ahmadi gak pernah nganggap orang luar ahmadi najis.
Kalau betul-betul terjadi, ini cuma fikiran saya ya…
Orang yang masuk ahmadi berasal dari berbagai macam aliran (NII, LDII, dll) dan ada yang dari kristen, dll.
Ini baru kemungkinan lo….
Mungkin orang ahmadi yang melakukan pel lantai itu, dahulunya bekas LDII. Orang LDII biasanya sangat menjaga kebersihan/kesucian tempat sholat. Sekali lagi ini baru kemungkinan lo….
Saya merasa gak masuk akal aja, klw ada manusia menganggap manusia lain yg bkan aliran dia najis.
Gimana dia bisa njaga kesuciannya klw semua org luar aliran dia najis?/? dia gk bakal pernah makan di warung gitu? gak bakal numpang sholat di masjid lain/tempat lain, kalau dia bekerja jauh dari rumah/masjid aliran dia. Gimana lagi klw dia ke luar negeri, dia mau gak mau harus makan produk buatan orang najis dunk….???
POkoke gak masuk akal bgt….
Sering denger juga sich orang LDII yang begitu (nganggap orang di luar dia najis)…. Tapi aku punya temen orang LDII suka makan di warung sama kita-kita, suka sholat di musholla kantor. Aku sendiri juga punya tetangga LDII, kadang2 ikut pengajian mereka, kdg juga numpang sholat di rumah mereka, aku gak tahu, apa mereka cuci semua bekas mukena yang aku pakai, dan pel semua lantai yang aku injaak. Karena aku menyntuh semuanya, sampe tempat tidurnya, tempat tidur bayinya, priingnya, sendok dan gelasnya. Orang bilang LDII begini negitu, tapi nurut aku sich asyik2 aja.
sekali lagi…. gak masuk akal banget…..!!!
percayalah…. orang ahmadi asyik2 aja dijadiin temen…
ahmadi bukan manusia planet koq…. ahmadi juga bukan dewa yang selalu benar.. ahmadi hanya manusia2 biasa yang mencoba tuk jadi lebih baik dan lebih baik
kalau kami nganggap orang luar ahmadi najis
bakar aja jargonnya “love for all, hatred for none”
Baguslah jika itu bukan ajaran ahmadi. Tapi tidak ada salahnya saling mengingatkan bukan?
LDII memang dulu suka begitu, tapi sepertinya akhir-akhir ini sudah berubah menjadi lebih baik. Lebih baik menurutku loh, entah kalo menurut orang lain.
bener banget Mas Dana….
teman yang baik, bukan teman yang bikin kita “merasa baik” (klw kita salah dibela, klw kita jelek, dibilang bagus)
temen yang baik, temen yang membuat kita “jadi baik” (klw kita salah diingatkan, klw jelek dikasih tahu dgn jujur, sehingga bisa memperbaiki diri)
Mbak … link anda yang bshp.pdf
itu Amir Jamaah Ahmadiyah mengutip Al Qur’an dalam kata sambutannya ambil dari AL QUr’an mana yah ..??
kok tertulis Bani Israil : 37 ..???
Di dalam AL QUr’an tidak ada Bani Isra’il 37 ..
apa itu dari kitab at tadzkirah ..??
kenapa kok nyebutnya Al QUr’an ..?? bukankah ini berarti penipuan ..???
Saudara Tintin punya sodara yang pernah naek haji gak?
Biasanya siapa saja yang naek haji dapat Al Quran terjemahan yang tebal, warna coklat, bantuan dari Raja Fadh Arab Saudi.
Buka halaman 423, Surat Al Isra’, surat ke-17, dan baca keterangan pada paragraph 2,
Surat ini dinamai juga dengan Bani Israel, artinya keturunan Bani Israel.
Trus lihat ayat 36.
Bagi Ahmadiyah “Bismillahirrohmanirrohim” dihitung 1 ayat.
Okay Buddy..!!!
Salam kenal
benar tuh mbak..
aku (seorang ahmadi) gak pernah menganggap orang luar ahmadi najis. dan aku juga punya teman dari LDII juga tidak pernah menganggap orang luar LDII najis. buktinya dia sering nginep dirumah ku… walau kadang ia sedikit sekali tertarik untuk tukar pengalaman masing-masing.
Tapi aku jamin LDII yang aku kenal gak kaya gitu. selama 3 tahun aku kenal mereka gak ada yang aneh tuh..
Lama aku melanglang buana,
Tiba-tiba aku terjegal di sini,
Peluh dan dahaga menyelimuti diri,
Ingin aku berteduh di sini…
Hanya sekedar melelapkan diri
Permisi mbak/Bu….
Boleh numpang berteduh gak yah…
Salam
wahai pengembara
sajian apa yang lebih indah
selain cinta pencerah jiwa
bahagia persinggahan
jika musafir merasakan kesejukan
Silahkan Mas…..
di sini lagi musim jambu ball, klw suka dipetik aja…
Mau bakar singkong juga, tinggal cabut…
cuma “keternodaan” Islam tercermin dari sini :
(duluu LDII, Sekarang gak tauk) bahwa Tiap anggota jamaah harus tunduk dan taat pada Amir, (Keternodaannya ; kok bukan pada Allah?).
10. Ikatan Ahmadi dengan MGA melebihi ikatan dunia (keternodaannya; kok bukan sama Allah + Nabi Muhammad saw?)
maksudnya apa??? sorry saya banyak bolotnya…Pernah baca Firman Allah “Taatilah Allah, Taatilah Rasul, waulil amri minkum” 1. Taatilah Allah 2. Taatilah Rasul 3. Taatilah Pemimpin kamu (bisa dimaksudkan adalah presiden, gubernur, camat, lurah, ketua RT, rektor, dekan, kajur, ketua Rohis, dll)
MGA aja membandingkan dirinya hanya sebutir debu di kaki Nabi Muhammad saw.
Jadi anda bisa bayangkan, ikatan dan kecintaan antara ahmadi dan Nabi Muhamad SAW apalagi Allah SWT, melebihi ikatan dunia, akhirat, dan ikatan apapun juga yang bisa disebutkan….
bukan bermaksud apa-apa, diriku yang awam ini cuma bertanya, karena kalau kawulo ngaji, sering saya dengar bahwa kita ini harus meniru akhlak Nabi Muhammad saw, dalam bahasa kiasan sekarang, kita harus memfotocopy akhlak beliau, artinya walaupun akhlak dan ilmu kita hampir mirip dengan nabi namun kenyataannya kita hanyalah hamba Allah swt,bukan nabi. Walaupunkenyataanya pencapaian akhlak masih minim.
Tapi kalau ngaji ilmu tasawuf/tarekat (di ahlussunah wal jamaah) ada ikatan, yaitu ikatan ruh, tapi kalau tingkatan tauhidnya tidak cukup ya tidak terasa hubungan itu. Tapi dalam alam ruh memang banyak misteri hingga perlu ekstra hati-hati.(Pengetahuan tentang ruh hanya sedikit). Ini agak beda lho dengan ikatan hati. (penjelasnku ini bukan pengalamanku lho).
Jadi ikatan itu berfungsi untuk meningkatkan “maqam” kita agar ruh tauhid kita semakin mendekati guru, makin dekat dengan ulama-ulama khos, makin mendekati Muhammad saw, dan targetnya taqarrurb/dekat dengan Allah swt.
Tapi memang juga perlu baca dari referensi dari ulama-ulama salafi wahabi sehingga kita tidak terjebak pada ‘jebakan iblis’, yaitu menyembah selain Allah swt.
intinya kita semua mesti jadi ANTI THOGUT
karena ketika Allah berfirman “berpegang teguhlah pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-cerai… ”
maksudnya bukan berarti “
kita semua harus HTI, kita semua harus Salafi, kita semua harus PKS, kita semua harus NU, kita semua harus MMI, kita semua harus liberal, kita semua harus sekular, kita semua harus MUhammadiyah, kita semua harus ikut tarekat/tasauf, kita semua harus Syi’ah, kita semua harus LDII, bukan….”maksudnya pada tali agama Allah adalah TAUHID : LAILLAHAILLALLAH
Nah ini..yang cukup menggelikan bagi saya bagaimana cara orang ahmadi mengepel lantai mesjidnya, sementara mesjid-mesjid mereka yang saya ketahui kebanyakan menggunakan karpet….
Salam kenal
jazakumullah dan singgah…
assalamualaikum wr wb
Mba, kita mengundang untuk diskusi dan sharing di islamiccommonroom.wordpress.com
jazzakumullah ahzanul jazza
wa’alaikumsalamwrwb ICR
insyaAllah.. saya akan singgah..
JAJ
hallo mba salam kenal….saya (ahmadi) salut dengan jawabn mba……..
seandainya bisa ikut dalam diskusi2 JIL yang fokusnya keagamaan juga…….
http\\:agnila.multiply.com
trims telah mampir diblog saya.
salam
assalamualaikum mbak
salam taaruf ya
Salam ta’aruf Mas Deden, Mbak Yella
Mbak, numpang tanya…kenapa ahmadi harus menyebut dirinya Islam Ahmadiah? kenapa gak Islam saja..memang apa bedanya Islam Ahmadiah dan Islam?
klw ditanya “agama apa?”
org Ahmadi selalu menyebut dirinya “Islam”
klw pertanyaan berlanjut… “kaum apa? atw aliran Islam apa? atw aktif dmn?” baru kita jawab “ahmadiyah”
klw ada ahmadi yg langsung pede menjawab “saya Islam… Islam ahmadi” itu hanya menandakan individu ini orgnya blak2an… jujur…..
Beda muslim ahmadi dgn ghaer/non-ahmadi?
para ahmadi percaya Isa. a.s dah turun ke dunia.. krn saat ini sudah zamannya… tanda kiamat sudah sangat2 jelas terpampang di depan mata….