<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk GHIFFARY Al AYYOUBI</title>
	<atom:link href="http://qaryatisyahin.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com</link>
	<description>Tidak cukupkah Allah bagi hamba-hamba Nya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Dec 2009 02:23:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Egaliter, Liberal, Sekuler ancaman bagi Islam&#8230;. oleh qaryati</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2009/03/18/egaliter-liberal-sekuler-ancaman-bagi-islam/#comment-214</link>
		<dc:creator>qaryati</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 02:23:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=187#comment-214</guid>
		<description>beberapa gerakan atau kelompok ISlam menganggap Egaliter, LIberalisme, dan sekulerisme adalah ancaman bagi ISlam, karena ketiga paham di atas intinya adalah :

Bisa nerima orang apa adanya, terbuka dengan keberagaman, kebebasan memilih apa yg ingin dianut seseorang, tidak boleh menganggu apapun yang dianut orang lain - karena itu adalah hak azazi.

jika inti ini dimaknai secara positif, diterima dengan lapang dada, pikiran terbuka:  maka beberapa ulama merasa Islam mainstream akan terancam : JIL, Ahmadiyah, dan aliran lain yang dianggap sesat akan bebas berkembang, selama anggotanya tidak melanggar hukum pidana ataupun perdata.

qori sendiri berpendapat : Allah menyediakan dua jalan.... terserah kita mo pilih apa. Dan tak satupun manusia tahu atau yakin, apakah amalan yg dia lak ukan diterima atau tidak oleh Allah, SWT. 

klw memang kita bisa yakin amalan kita bakal diterima Allah, knp Nabi sendiri tak henti-hentinya minta ampun, para sufi bahkan bikin lubang kuburnya dalam rumah.

Yang bisa kita yakini, Allah itulah yang Al-HAQ. Dialah kebenaran. Dia Yang Maha Tahu, apa yang manusia tahu tak lebih dari seujung kuku.

so how about me... just read halaman &quot;hamba ini&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>beberapa gerakan atau kelompok ISlam menganggap Egaliter, LIberalisme, dan sekulerisme adalah ancaman bagi ISlam, karena ketiga paham di atas intinya adalah :</p>
<p>Bisa nerima orang apa adanya, terbuka dengan keberagaman, kebebasan memilih apa yg ingin dianut seseorang, tidak boleh menganggu apapun yang dianut orang lain &#8211; karena itu adalah hak azazi.</p>
<p>jika inti ini dimaknai secara positif, diterima dengan lapang dada, pikiran terbuka:  maka beberapa ulama merasa Islam mainstream akan terancam : JIL, Ahmadiyah, dan aliran lain yang dianggap sesat akan bebas berkembang, selama anggotanya tidak melanggar hukum pidana ataupun perdata.</p>
<p>qori sendiri berpendapat : Allah menyediakan dua jalan&#8230;. terserah kita mo pilih apa. Dan tak satupun manusia tahu atau yakin, apakah amalan yg dia lak ukan diterima atau tidak oleh Allah, SWT. </p>
<p>klw memang kita bisa yakin amalan kita bakal diterima Allah, knp Nabi sendiri tak henti-hentinya minta ampun, para sufi bahkan bikin lubang kuburnya dalam rumah.</p>
<p>Yang bisa kita yakini, Allah itulah yang Al-HAQ. Dialah kebenaran. Dia Yang Maha Tahu, apa yang manusia tahu tak lebih dari seujung kuku.</p>
<p>so how about me&#8230; just read halaman &#8220;hamba ini&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Egaliter, Liberal, Sekuler ancaman bagi Islam&#8230;. oleh Rieko Kristian</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2009/03/18/egaliter-liberal-sekuler-ancaman-bagi-islam/#comment-213</link>
		<dc:creator>Rieko Kristian</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 05:56:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=187#comment-213</guid>
		<description>Egaliter...?? saya belum menemukan literatur yang jelas kalau egaliterisme merupakan sebuah ancaman bagi islam. bukti kongkrit, Islam justru berkembang subur di masyarakat Minangkabau yang notabene menganut paham egaliter...
nb: Minangkabau adalah salah satu suku bangsa yang berperan sangat besar dalam perkembangan islam di tanah air.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Egaliter&#8230;?? saya belum menemukan literatur yang jelas kalau egaliterisme merupakan sebuah ancaman bagi islam. bukti kongkrit, Islam justru berkembang subur di masyarakat Minangkabau yang notabene menganut paham egaliter&#8230;<br />
nb: Minangkabau adalah salah satu suku bangsa yang berperan sangat besar dalam perkembangan islam di tanah air.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di CARA KELUAR DARI AHMADIYAH oleh qaryatisyahin</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2008/05/28/cara-keluar-dari-ahmadiyah/#comment-204</link>
		<dc:creator>qaryatisyahin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 22:07:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=36#comment-204</guid>
		<description>untuk apa lagi bertanya &quot;apa jawaban ahmadiyah&quot; klw dlm hati dan fikiran sudah terpahat &quot;ahmadiyah sesat dan menyesatkan&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk apa lagi bertanya &#8220;apa jawaban ahmadiyah&#8221; klw dlm hati dan fikiran sudah terpahat &#8220;ahmadiyah sesat dan menyesatkan&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Wacana KHilafah ISlamiah oleh qaryatisyahin</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2008/11/12/wacana-khilafah-islamiah/#comment-203</link>
		<dc:creator>qaryatisyahin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 22:05:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=138#comment-203</guid>
		<description>@orangawam
gmn klw ditulis dgn jelas alamat situsnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@orangawam<br />
gmn klw ditulis dgn jelas alamat situsnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di BAKAR TADZKIROH!!!! oleh qaryatisyahin</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2008/06/12/bakar-tadzkiroh/#comment-202</link>
		<dc:creator>qaryatisyahin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 22:03:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=47#comment-202</guid>
		<description>apapun versi ahmadiyah.... yang jelas kitab suci orang ahmadiyah.. baik lahore maupun qadian adalah Al Qur&#039;anul Karim</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apapun versi ahmadiyah&#8230;. yang jelas kitab suci orang ahmadiyah.. baik lahore maupun qadian adalah Al Qur&#8217;anul Karim</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di BAKAR TADZKIROH!!!! oleh anna</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2008/06/12/bakar-tadzkiroh/#comment-201</link>
		<dc:creator>anna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 07:10:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=47#comment-201</guid>
		<description>saya setuju aja ustadz terhadap hal tersebut... tapi apakah semua orang indonesia mengetahui kalau ahmadiayah memiliki 2 versi... yakni ahmadiyah Lahore dan Qadian... yang mana Lahore mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir tapi bagi Jemaat Qadian tidak mengakuinya.... dan juga orang indonesia memiliki sifat pragmatis....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju aja ustadz terhadap hal tersebut&#8230; tapi apakah semua orang indonesia mengetahui kalau ahmadiayah memiliki 2 versi&#8230; yakni ahmadiyah Lahore dan Qadian&#8230; yang mana Lahore mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir tapi bagi Jemaat Qadian tidak mengakuinya&#8230;. dan juga orang indonesia memiliki sifat pragmatis&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Wacana KHilafah ISlamiah oleh orang awam</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2008/11/12/wacana-khilafah-islamiah/#comment-199</link>
		<dc:creator>orang awam</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 08:06:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=138#comment-199</guid>
		<description>asww,mau tentang khilafah buka aja di khilafatul muslimin lengkap bgt malah dia sdh mempraktekanya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asww,mau tentang khilafah buka aja di khilafatul muslimin lengkap bgt malah dia sdh mempraktekanya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di CARA KELUAR DARI AHMADIYAH oleh Abu inayat</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2008/05/28/cara-keluar-dari-ahmadiyah/#comment-198</link>
		<dc:creator>Abu inayat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 21:46:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=36#comment-198</guid>
		<description>Apa jawaban yang kamu dapat dari ahmadiyah?
Ahmadiyah itu sesat dan menyesatkan. Tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad (SAW).
Mirza gulam Ahmad itu seorang pembohong yang mati dalam penderitaan karena kebohongannya sendiri. Dia sudah mendapatkan kehinaan dari Allah (SWT)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa jawaban yang kamu dapat dari ahmadiyah?<br />
Ahmadiyah itu sesat dan menyesatkan. Tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad (SAW).<br />
Mirza gulam Ahmad itu seorang pembohong yang mati dalam penderitaan karena kebohongannya sendiri. Dia sudah mendapatkan kehinaan dari Allah (SWT)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Egaliter, Liberal, Sekuler ancaman bagi Islam&#8230;. oleh qaryatisyahin</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2009/03/18/egaliter-liberal-sekuler-ancaman-bagi-islam/#comment-196</link>
		<dc:creator>qaryatisyahin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 05:24:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=187#comment-196</guid>
		<description>http://www.padhangmbulan.com/info/4-berita/121-ahmadiyah-berlin

Demikian menurut Emha Ainun Nadjib, sesudah perjumpaannya dengan Imam Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin, Jerman) 24 Oktober 2008 yang lalu.

Pertemuan itu berlangsung di Masjid Khadija, markas Jemaat Ahmadiyah Qodiyan di wilayah yang dulunya terletak di Berlin Timur sebelum reunifikasi dua Jerman beberapa tahun silam. &quot;Kecanggihan teknologi informasi tidak banyak menolong berkurangnya kemungkinan distorsi dan deviasi atau bahkan pembalikan fakta-fakta tentang sesuatu hal, terutama yang menyangkut Islam&quot;, katanya.

Pertemuan Emha dengan Imam Ahmadiyah Berlin itu untuk &#039;memastikan&#039; pandangan Ahmadiyah di kota besar Eropa tentang tiga hal. Pertama, apakah Mirza Ghulam Ahmad itu Nabi atau bukan. Kedua, hujjah atau argumentasi kenabiannya. Ketiga,posisi dan fungsi kitab &quot;Tadzkiroh&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.padhangmbulan.com/info/4-berita/121-ahmadiyah-berlin" rel="nofollow">http://www.padhangmbulan.com/info/4-berita/121-ahmadiyah-berlin</a></p>
<p>Demikian menurut Emha Ainun Nadjib, sesudah perjumpaannya dengan Imam Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin, Jerman) 24 Oktober 2008 yang lalu.</p>
<p>Pertemuan itu berlangsung di Masjid Khadija, markas Jemaat Ahmadiyah Qodiyan di wilayah yang dulunya terletak di Berlin Timur sebelum reunifikasi dua Jerman beberapa tahun silam. &#8220;Kecanggihan teknologi informasi tidak banyak menolong berkurangnya kemungkinan distorsi dan deviasi atau bahkan pembalikan fakta-fakta tentang sesuatu hal, terutama yang menyangkut Islam&#8221;, katanya.</p>
<p>Pertemuan Emha dengan Imam Ahmadiyah Berlin itu untuk &#8216;memastikan&#8217; pandangan Ahmadiyah di kota besar Eropa tentang tiga hal. Pertama, apakah Mirza Ghulam Ahmad itu Nabi atau bukan. Kedua, hujjah atau argumentasi kenabiannya. Ketiga,posisi dan fungsi kitab &#8220;Tadzkiroh&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Egaliter, Liberal, Sekuler ancaman bagi Islam&#8230;. oleh qaryatisyahin</title>
		<link>http://qaryatisyahin.wordpress.com/2009/03/18/egaliter-liberal-sekuler-ancaman-bagi-islam/#comment-195</link>
		<dc:creator>qaryatisyahin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 05:17:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://qaryatisyahin.wordpress.com/?p=187#comment-195</guid>
		<description>http://denagis.wordpress.com/2008/10/26/masjid-pertama-di-bekaswilayah-jerman-timur-didanai-kaum-wanita-ahmadi/

...
pada tanggal 16 Oktober 2008 yang baru lalu, Imam Jamaah Ahmadiyah Internasional meresmikan penggunaan mesjid pertama di bekas ibukota Negara Jerman Timur, Berlin.

Mesjid ini diberi nama Mesjid Khadija, sebagai penghargaan kepada kaum wanita Ahmadi yang telah mendanai seluruh biaya dari pembangunan masjid ini Kaum wanita Ahmadi yang tergabung dalam organisasi Lajnah Imaillah telah mengumpulkan dana sebesar 1,7 juta Euro, merupakan sumbangan dari para anggotanya saja, dimana 400,000 (empat ratus ribu) Euro diantaranya merupakan sumbangan dari lajnah Imaillah Jemaah Inggris.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://denagis.wordpress.com/2008/10/26/masjid-pertama-di-bekaswilayah-jerman-timur-didanai-kaum-wanita-ahmadi/" rel="nofollow">http://denagis.wordpress.com/2008/10/26/masjid-pertama-di-bekaswilayah-jerman-timur-didanai-kaum-wanita-ahmadi/</a></p>
<p>&#8230;<br />
pada tanggal 16 Oktober 2008 yang baru lalu, Imam Jamaah Ahmadiyah Internasional meresmikan penggunaan mesjid pertama di bekas ibukota Negara Jerman Timur, Berlin.</p>
<p>Mesjid ini diberi nama Mesjid Khadija, sebagai penghargaan kepada kaum wanita Ahmadi yang telah mendanai seluruh biaya dari pembangunan masjid ini Kaum wanita Ahmadi yang tergabung dalam organisasi Lajnah Imaillah telah mengumpulkan dana sebesar 1,7 juta Euro, merupakan sumbangan dari para anggotanya saja, dimana 400,000 (empat ratus ribu) Euro diantaranya merupakan sumbangan dari lajnah Imaillah Jemaah Inggris.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
