aku ingat waktu SMA
seorang teman mengingatkan “jangan maen ama dia ya? sombong, sok kaya, sok cantik, egois, mau menang sendiri, ,,,” teman ini menyebut seabrek keburukan dia. Membuat aku penasaran ingin mengetahui kebenaran atas informasi yang disampaikan…
demikianlah…. pulang sekolah aku pulang dengan dia… ngobrol dengan dia… dia sama dengan aku, sama dengan teman itu, kita semua sama…. Sama-sama manusia
Dan teman itu memarahi aku koq bias berteman dengan dia, so what?? Dia gk nyakitin aku, dia gk ngelukain aku… she is just allright.. a good friend…. So what…?
Sama aja dengan semua informasi buruk tentang aliran/keyakinan, dll
Tahun 1994-an NII dibilang KGB (komunis Gaya baru), siapa yang keluar NII maka darahnya dihalalkan… dan aku masuk NII, NII is okay koq…. Just okay…. Aku keluar… dan aku masih hidup ampe sekarang..
Orang bilang LDII suka pel lantai bekas injakan kita, dan aku berteman dengan orang LDII, ke rumahnya, malah ikutan ngaji, everything is just okay.. and okay….
Aku masuk HMI, PKS, NII, LDII, kenalan ma Darul Arkam, JT, Salafi…. Semua okay koq…. Aku merasa okay dengan semuanya
Jadi kenapa aku milih ahmadiyah, karena di sini aku merasa “bertemu dengan cetakanku” ketika di sini maka keluar dari hatiku kata-kata “I’m belong here, ahmadiyah is belong to me”
U know… no body perfect… ahmadiyah juga mungkin bukan organisasi yang perfect bagi orang lain….. for u yang perfect mungkin FPI, HTI, SAlafi, PKS, Kristen, Budha, Hindu, Konguchu, dll… tapi aku jatuh cinta di sini, walau aku melihat banyak yang lebih perfect, aku tetap jatuh cinta di sini.
Ketika Ali bin Abi Thalib beriman pada Nabi mUhammad, apakah karena Ali seorang ulama besar? yang telah membaca Taurat dan Injil, sehingga dia tahu Nabi mUhammad punya tanda-tanda seorang Nabi.
TIdak… ALi bin Abi Thalib beriman karena dia mencintai Kepribadian Nabi mUhammad. Nabi Muhammad seorang jujur dan bukan pendusta, selamanya Ali mempercayai pribadi ini dan meyakini kebenaran setiap kata yang keluar dari pribadi ini.