Feeds:
Tulisan
Komentar

BAKAR TADZKIROH!!!!

Amin Djamaluddin pengen semua tadzkiroh ditarik dari peredaran…

Bener Pak AMin…

kumpulkan saja semua….

BAKAR..!!!!!!

Tunjukkan pada DUNIA!!!!

TADZKIROH emang GAK PANTES jadi KITAB suci UMat ISLAM

sampai kiamat …..

Kitab Suci Umat Islam hanyalah ulumul kitab Al Qur’anul Karim

Pedoman HIdup Umat Islam hanya Al Qur’anul Karim

Kenapa rakyat BAnjarmasin marah ya?

ketika orh Ahmadi BAnjarmasin bilang SKB itu surat cinta.

wahai masyarakat BAnjarmasin yang marah, anda maunya ahmadi bilang apa?

bahwa SKB itu pembajakan atas Al Qur’an?

emang ngeselin banget ya….

ketika kita memukul orang, kita berharap dia marah dan kesakitan, eh yang dipukul malah senyum sambil bilang “serasa dipijat”

ketika kita membumihanguskan suatu massa, rata dengan tanah, berharap massa itu hancur lebur, lenyap dari muka bumi, maka akan keluar perkataan “Pemilik Tanah sedang bersih-bersih kebun, bibit-bibit baru akan disemai kembali”

ke hamparan mana kan kau lempar jiwa-jiwa ini…. senyum tak kan pernah lepas dari jiwa-jiwa para Pecinta.

apa tugas Nabi Adam?

apa tugas Nabi Ibrahim?

apa tugas Nabi Muhammad saw???

sudah selesaikah tugas-tugas yang diemban di pundak mereka???

 

ISlam itu…

barusan nnnonton redaksi malam TRans7, ttg Munarman yang dijenguk Abu Bakar Ba’asyir.

Abu Bakar Ba’asyir “Islam itu klw saudaranya tertimpa bencana, maka kita saling menolong”

Bener Pak, menghasut orang untuk mlakukan tindakan anarkis, berlari mengejar orang yang tanpa senjata, kemudian mengeroyoknya, sambil teriak bunuh! bunuh!

itu emang bencana..

Kupas Tuntas Trans7

barusan 10 Juni 2008, pukul 23.30 nonton Kupas Tuntas di Trans7

tema: Cukupkah Sekedar SKB?

Pembicara: orang Bakopakem (OB), FUI, Ahmadi

OB: kita akan mengawasi, apakah JAI masih menyebarkan keyakinan bahwa MGA itu Nabi, klw masih, maka akan ditindaklanjuti. GAI, teman-teman kita di Jogja, gak pa pa, gak diusik. GAI hanya menyatakan MGA itu pembaharu, bukan Nabi.

FUI : saya clearifikasi ttg GAI, dalam fatma MUI, GAi dan JAI, 22nya sesat dan menyimpang dari Islam. Ahmadiyah dibandingkan seperti ini: kita tahu ada korps polisi. Kemudian ada orang bukan anggota polisi, ngaku polisi, nyetop-nyetop di jalan, minta duit orang, nah jelas polisi palsu ini harus diberantas.

Ahmadi : senyum simpul…

qaryati (andai saja ada di sana) : polisi palsu udah bikin malu polisi asli Pak. maka polisi palsu emang harus ditindak. POlisi palsu jelas palsu, dia gak ada kartu anggota, dia gak pernah dilantik jadi polisi. Ahmadi apa pernah bikin malu ISlam Pak? apa pernah membuat Islam jadi busuk? apa Ahmadi pernah mencoreng keindahan ISlam di mata dunia? Ahmadi ngaku Islam karena sejak dalam kandungan kita semua udah dilantik jadi ISlam oleh Allah SWT.

Habieb Rizzieq (dibaca di republika) : menyamakan ahmadi dengan ISlam = menyamakan monyet dengan manusia

qaryati senyum doank…. dasar qaryati emang monyet tengil…!

barusan ikut bedah novel Ayat-Ayat Cinta di Gedung Hamidah Pangkalpinang, acara mulai jam 13.30-an. PAnitianya Yayasan Wihdatul Ummah, ada kata sambutan dari Ketua Yayasan, Bapak Ustadz Ridwan Thalib. Nah si Bapak pake Jas, sedangkan ampir semua lelaki di majelis pake baju koko/taqwa. Jadi keliatannya Pak Ustadz Ridwan Thalib, yang merupakan calon No 1 Walikota Pangkalpinang, tidak membumi. Nggak cocok aja, yang lain pake baju koko, si Bapak pake jas.

Tapi ternyata, setelah ngasih kata sambutan Pak Ustadz izin.. jadi mungkin mo ada rapat atau apa, mungkin itu sebabnya beliau pake jas, nggak pake baju koko, kali ada rapat partai kali ya…

Yang berkesan dari bedah novel adalah: teori yang dilempar Kang Abik (Habiburrahman El Shirazi/Pengarang Novel Ayat-Ayat Cinta), bahwa:

Karya Sastra sangat signifikan membentuk pemikiran suatu bangsa. Bangsa-bangsa maju bisa maju karena karya sastra mereka memotivasi pikiran mereka untuk berpikiran maju.

Sebelum terjadi Revolusi Industri di Eropa dan Amerika, maka didahului oleh Revolusi Sastra. Sebelum industri mencapai jaman keemasan, maka didahului oleh jaman keemesan karya sastra.

Jepang bisa bangkit karena Tokoh Sastra – Musashi yang bisa bangkit dari kekalahan dengan modal kedisiplinan berlatih – yang sangat mendarah daging di hati dan jiwa setiap orang Jepang.

Orang Amerika adalah mansuia-manusia yang penuh percaya diri, sangat termotivasi menjadi bangsa yang maju dan besar karena sastra mereka penuh dengan tokoh-tokoh HERO yang tak pernah terkalahkan.

Kenapa Inggris lebih maju daripada Spanyol? Karena karya sastra Inggris mencerminkan dan memajukan, serta mendorong bangsa Inggris untuk maju. Sedangkan karya sastra bangsa Spanyol kebanyakan karya sastra yang mendorong orang Sanyol untuk berleha-leha.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sejak kita kecil karya sastra yang disodorkan kepada kita adalah dongeng-dongeng “Si Kancil” yang kita ketahui bersama bahwa dalam dongeng tersebut si Kancil adalah hewan yang banyak akal, licik, dan penipu.

Jadi sekarang kita tahu kan? Kenapa Indonesia yang notabene merupakan masyarakat yang jumlah Muslimnya terbanyak di dunia, tapi dicap sebagai negara terkorup no 1 di dunia.

Siapa gurunya??

Si Kancil??!!!

Itu baru pelajaran dari dongeng2 bagaimana dengan pelajaran agama? Yang juga tak lepas dari dongeng dan cerita-cerita tak masuk akal? Tapi semua itu harus diterima dengan akal, karena Allah maha Kuasa, Allah Maha Berkehendak.

Sudahkah pelajaran Agama menciptakan kondisi-kondisi, mendorong pemikiran penganutnya untuk mengoptimalkan akal dan pemikiran sehingga terbentuk pribadi-pribadi yang mampu membawa perubahan pada dunia, pribadi-pribadi yang membawa peradaban baru, pribadi-pribadi yang memberi pencerahan-pencerahan pada dunia.

Apa yang sudah diajarkan Ulama-Ulama kita??

Apa yang sudah diajarkan Guru-Guru kita??

Ilmu Kancil kah??

aku ingat waktu SMA

seorang teman mengingatkan “jangan maen ama dia ya? sombong, sok kaya, sok cantik, egois, mau menang sendiri, ,,,” teman ini menyebut seabrek keburukan dia. Membuat aku penasaran ingin mengetahui kebenaran atas informasi yang disampaikan…

demikianlah…. pulang sekolah aku pulang dengan dia… ngobrol dengan dia… dia sama dengan aku, sama dengan teman itu, kita semua sama…. Sama-sama manusia

Dan teman itu memarahi aku koq bias berteman dengan dia, so what?? Dia gk nyakitin aku, dia gk ngelukain aku… she is just allright.. a good friend…. So what…?

Sama aja dengan semua informasi buruk tentang aliran/keyakinan, dll

Tahun 1994-an NII dibilang KGB (komunis Gaya baru), siapa yang keluar NII maka darahnya dihalalkan… dan aku masuk NII, NII is okay koq…. Just okay…. Aku keluar… dan aku masih hidup ampe sekarang..

Orang bilang LDII suka pel lantai bekas injakan kita, dan aku berteman dengan orang LDII, ke rumahnya, malah ikutan ngaji, everything is just okay.. and okay….

Aku masuk HMI, PKS, NII, LDII, kenalan ma Darul Arkam, JT, Salafi…. Semua okay koq…. Aku merasa okay dengan semuanya

Jadi kenapa aku milih ahmadiyah, karena di sini aku merasa “bertemu dengan cetakanku” ketika di sini maka keluar dari hatiku kata-kata “I’m belong here, ahmadiyah is belong to me”

U know… no body perfect… ahmadiyah juga mungkin bukan organisasi yang perfect bagi orang lain….. for u yang perfect mungkin FPI, HTI, SAlafi, PKS, Kristen, Budha, Hindu, Konguchu, dll… tapi aku jatuh cinta di sini, walau aku melihat banyak yang lebih perfect, aku tetap jatuh cinta di sini.

Ketika Ali bin Abi Thalib beriman pada Nabi mUhammad, apakah karena Ali seorang ulama besar? yang telah membaca Taurat dan Injil, sehingga dia tahu Nabi mUhammad punya tanda-tanda seorang Nabi.

TIdak… ALi bin Abi Thalib beriman karena dia mencintai Kepribadian Nabi mUhammad. Nabi Muhammad seorang jujur dan bukan pendusta, selamanya Ali mempercayai pribadi ini dan meyakini kebenaran setiap kata yang keluar dari pribadi ini.

kita harus menda’wah diri kita dgn cara yang pedih (albert camus)

setiap kita adalah taget kejahatan (amy fisher)

u r n hypocrite (george)

oui c’est moi…

seulement une petite oiseau

j’ai essayé de voler haûte

mais je suis toujours fatigué et tombé

oui c’est moi George

i am hypocrite n naif…

http://wartaheboh.blogspot.com/2008/05/bagaimana-caranya-keluar-ahmadiyah.html

Seseorang yang bukan pengikut AHMADIYAH mendatangi seorang pengikut AHMADIYAH dan mengatakan mengapa anda tidak keluar saja dari AHMADIYAH? Bukankah AHMADIYAH sesat?
Sang pengikut Ahmadiyah hanya mengatakan, “bagaimana saya bisa keluar dari AHMADIYAH, bukan saya yang masuk AHMADIYAH, namun AHMADIYAH yang masuk ke dalam diri saya.

Hehehe…..

Jadi ketawa sendiri mbaca ni posting

 

Ingat pengalaman diri sendiri, kayanya Ahmadiya merasuki aku

 

sejak kls 3 SD. Sejak aku menolak mentah2 kisah Nabi Isa (beliau termasuk salah seorang Nabi Ulul Azmi) tapi naek ke langit waktu dikejar tentara Romawi, dan wujudnya diganti Yudas sang pengkhianat.

 

Aku betul2 gak terima, uring2an, sebel, penasaran….Aku anak yang tergila-gila akan “keadilan” merasa Tuhan tidak adil. Knp Isa di langit, knp Isa tidak hadapi ujian seperti Nabi Ulul Azmi yang lain.

 

Dan jawaban gamblang ku dapat di Ahmadiyah.

 

YO Guys…..

Tuhan telah membuatkan kita cetakan masing2. Cetakan kamu mungkin HTI, JT, Salafi, Syi’ah, Protestan, Khatolik, GKII, Advent, Hindu, Budha…

 

Klw kamu merasa tidak puas dgn hidup, mungkin anda berada bukan di t4 seharusnya, mungkin kamu salah masuk cetakan…

 

 

 

http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=335372&kat_id=23

Selasa, 27 Mei 2008  14:18:00
Umat Non Islam tak Perlu Campuri Persoalan Ahmadiyah
Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni mengimbau agar umat non-Islam tidak ikut campur

, apa lagi memperkeruh suasana, terkait dengan ajaran Ahmadiyah yang kini banyak mendapat perhatian publik.
“Ini perlu saya imbau, agar umat Islam dapat menyelesaikan persoalannya sendiri,” kata Maftuh, “Jika ada intervensi dari luar tak mustahil akan menambah suasana semakin keruh

”.
 

 

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=335415&kat_id=6

Rabu, 28 Mei 2008
‘Non-Muslim tak Usah Ikut Campur Tangan Soal Ahmadiyah’

Konflik antarumat berkurang namun di internal masih terjadi gesekan.

 

JAKARTA — Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni meminta umat beragama non-Islam untuk tidak turut campur dalam upaya penyelesaian masalah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). ”Sekarang orang Islam ramai dengan Ahmadiyah. Saya harapkan yang non-Muslim tidak usah ikut-ikutan campur tangan mengenai itu,” tegas Menag saat membuka Rapat Kerja Kantor Wilayah Depag DKI Jakarta, di Jakarta, Selasa (27/5).

Menag mengungkap jika ada konflik di dalam satu umat, sebaiknya umat itu sendiri yang menyelesaikan.

Diakui Menag bahwa Tuhan telah meminta umat manusia semua untuk bersatu padu. ”Kenyataannya sekarang ini bercerai berai tidak ‘karu-karuan’. Ini adalah tugas berat bagi seluruh umat beragama,” ucap Menag.

Dari Sulawesi Selatan dilaporkan bahwa JAI di wilayah itu mengaku tetap bebas dan leluasa untuk menjalankan ajaran agama yang mereka anut tanpa ancaman dan tekanan dari pihak manapun. ”Hingga saat ini JAI tidak pernah merasa terusik dan ditekan di Sulsel, berbeda dengan daerah lainnya yang sempat mendapat tekanan,” kata Basyir AS, Humas Ahmadiyah Sulsel, di Makassar, Selasa (27/5).

Pak Menag…… Kenapa yang non-Muslim tidak usah ikut-ikutan campur tangan, bukannya Ahmadiyah sudah dicap kafir, sesat, murtad, dan bukan muslim, ingin mendirikan rumah dalam rumah orang lain????

konflik di dalam satu umat, sebaiknya umat itu sendiri yang menyelesaikan. Maksudnya gimana Pak?? Ahmadiyah masih dianggap umat yang sama ya?? Umat Islam??? Moga partai Bapak menang di Pemilu 2009.. :)

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »